GPll Mengadakan Diskusi Publik Awal Tahun -->

Advertisement

GPll Mengadakan Diskusi Publik Awal Tahun

Monday, 22 January 2018


Penulis: Fri

PostNews l Jakarta -  Korps mahasiswa dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia ( GPII) telah mengadakan diskusi publik awal tahun, menyambut riuhnya tahun politik , dengan tema" Masih Relevankah Politik Agama". Diselenggarakan Hari Sabtu (20/1/2018) di Kramat Sentiong Jakarta pusat.   Hadir sebagai pembicara Aktifis senior yang juga seorang pengusaha muslim serta Ketua solidaritas Alumni 212 NKRI Fahri Lubis, Ketua umum GPII Masri Ikoni, Deputi IV bidang komunikasi politik Eko Sulistyo dan Mujahidin  Tokoh Betawi.  Politik dan agama adalah sesuatu yang sangat penting dalam masyarakat, hal ini tercermin dari banyaknya Partai politik yang berbasis agama. Terkait dengan hal tersebut, isu agama mungkin akan dihembuskan saat pilkada, pileg dan pilpres untuk menjatuhkan lawan politik. Semestinya kita sebagai warga negara yang baik menjadikan isu agama sebagai penyemangat bukan sebaliknya . " Pada saat pesta demokrasi setiap orang ingin terlibat dan berpartisipasi baik sebagai tim sukses, relawan bahkan suporter .  Akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa politik itu kotor sedangkan agama itu sakral sehingga tidak bisa digabungkan. Sebenarnya hal ini keliru , karena politik dan agama bisa seiring sejalan, ummat Islam wajib berpolitik", tegas Fahri Lubis. 

"Kalau yang mengerti akan paham bahwasanya siapa saja yang menjadi pejabat publik, legislatif, eksekutif, pemimpin apapun itu harus menjadikan agama menjadi pedomannya. Jadi tak mungkin dapat dipisahkan," kata dia.

"Politik adalah cara memimpin negara,  . Karena tak ada satupun agama yang mengajarkan korupsi, menistakan orang lain, menghujat, membenci, ataupun mendzolimi suatu kaum. Dengan demikian hubungan Islam dan politik sudah jelas. Inilah saatnya ummat muslim bangun dari tidur panjang, berjuang secara politik untuk melawan penindasan dan penjajahan. Terjun langsung dalam kancah perpolitikan nasional agar dapat membuat peraturan dan perundang-undangan  yang islami tidak tinggal diam menunggu datangnya pertolongan Allah SWT, " pungkasnya.