Kampung Markisa Kota Tangerang Mendapatkan Penilaian Proiklim Tingkat Nasional Tahun 2019 -->

Advertisement

Kampung Markisa Kota Tangerang Mendapatkan Penilaian Proiklim Tingkat Nasional Tahun 2019

Friday, 28 June 2019





PostNewsTime l Tangerang Kota.- Kampung Markisa Tangerang mendapatkan penilaian Kampung Program Iklim(Proiklim)Tingkat Nasional Tahun 2019.Penilaian di lakukan langsung oleh Grace Triaprilina Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI,Selasa(25 Juni 2019),di RW 02 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Karawaci,Kota Tangerang.



Turut hadir dan di dampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten,Ir.Bambang Irianto Glintung, Engkos Zarkasyih Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang,Suli Rosadi Camat Karawaci,Yudi Pradana Lurah Pasar Baru.


Engkos Zarkasyih Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang mengatakan proklim salah satu bagian dari program kampung kita yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Tangerang,Arief R.Wismansyah Wali Kota Tangerang dan Sachrudin Wakil Wali Kota Tangerang.


"Program ini menitikberatkan peran serta partisipasi masyarakat dalam mengelola lingkungannya,"Ucap Engkos Zarkasyih.


Menurut,Engkos Zarkasyih Keberadaan Kampung Iklim(Proiklim) khususnya Kampung Markisa diharapakan akan menciptakan lingkungan yang bersih,hijau,indah dan nyaman.Kampung iklim tidak hanya cuma memberikan fasilitas sarana dan prasarana,akan tetapi lebih kepada merubah pola hidup masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan.


"Sebagai warga masyarakat Kota Tangerang yang baik,marilah kita terus menjaga dan memelihara Kampung Kita sekaligus displin dalam membuang sampah agar lingkungan menjadi bersih,nyaman dan sehat,"Imbuhnya.


Senada di ungkap oleh Suli Rosadi Camat Karawaci,Kami sangat bangga kampung markisa menjadi salah satu penilaian kampung proklim Tingkat Nasional Tahun 2019.Warga setempat, katanya, tidak hanya menjadikan Kampung Markisa kampung tematik yang layak untuk dikunjungi namun juga telah siap menghadapi perubahan iklim.


"Warga menyadari dalam membangun kampung secara menyeluruh mulai dari pola hidup sehat sampai kesiapan dalam perubahan iklim,"Tuturnya.



Bahkan sarana Proiklim yang telah tersedia di sini antaranya alat pemadam kebakaran api ringan (APAR) dan tong pasir, alat pengukur cuaca, alat pengukur curah hujan dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).


Masih di katakan Suli Rosidi,penilaian kampung proklim tidak bertujuan mengejar penghargaan namun menjadi kebutuhan sebagai kampung tematik yang layak dikunjungi sebagai kampung wisata.


"Kalau semua terpenuhi maka akan menjadi rujukan wisata dan daerah lain, hal ini akan berdampak kepada kunjungan wisatawan dan perekonomian khususnya warga setempat,"Tutup Suli Rosadi.


Perlu kita ketahui terdapat tiga komponen utama kampung iklim, yakni meliputi mitigasi, adaptasi, dan kelompok masyarakat yang mendapatkan dukungan berkelanjutan.


Jurnalis : Usman/Haryo