Random Posts

Pasang Iklan disini hb Red 0895327076663

Percaya Program JKN-KIS, Sulastri Tidak Khawatirkan Kesehatan Keluarga

Sulastri beserta suami dan anak-anaknya

Postnewstime|Jakarta - Sulastri (41) sudah menjadi Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sejak tahun 2014. Pada saat itu, keluarga Sulastri merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

“Sejak suami saya bekerja di salah satu badan usaha di Kota Administrasi Jakarta Barat di tahun Agustus 2017, kami beralih ke perusahaan. Kami hanya memilikI JKN-KIS sebagai satu-satunya jaminan kesehatan keluarga kami. Namun, kami tidak khawatir karena memang sudah terbukti bermanfaat dan membantu,” papar Sulastri pada saat ditemui di kediamannya, beberapa hari lalu.

Sulastri menceritakan pengalamannya saat melahirkan anak pertamanya tanpa Program JKN-KIS. Saat itu, Sulstri harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, kurang lebih 13 juta, karena anaknya lahir dengan operasi caesar. Namun, ketika melahirkan anak kedua dan ketiganya Sulastri dan suami tidak perlu cemas lagi karena semuanya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan. 

“Sejak dari hamil saya rajin memeriksakan kandungan saya ke dokter menggunakan kartu JKN-KIS. Saat melahirkan kedua anak saya, kami tidak ragu menggunakan Program JKN-KIS. Alhamdulillah semuanya lancar dan tanpa hambatan,” ujar Sulastri sambal memeluk putranya yang baru lahir bulan Februari 2019, Arkan Nizar Alfarizi. 

Sulastri melahirkan ketiga anaknya di rumah sakit yang sama. Selama menjalani proses persalinan, Sulastri tidak pernah merasa ada perbedaa antara Sulastri yang dulu membayar sendiri biaya persalinan dengan Sulastri yang dijamin oleh BPJS Kesehatan. 

“Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada saya dan bayi saya sangat bagus. Dokter yang menangani juga sangat baik. Jadi, kami sudah cocok berobat di rumah sakit tersebut. Apalagi kami tidak dikenai biaya atas operasi caesar yang menurut kami cukup mahal itu. Mudah, kok. Tanpa ribet,” ujar Sulastri penuh keyakinan.

Sulastri merasa iuran yang dibayarkan suaminya setiap bulan pada dasarnya tidak akan cukup untuk mebayar operasi caesar yang dijalaninya dua kali. Sehingga, Sulastri berharap agar seluruh peserta Program JKN-KIS dapat rutin membayar iuran agar dapat menolong warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Jadi, kesinambungan Program JKN-KIS pun dapat terjaga dan akan selalu ada untuk masyarakat. (AMY)


Post a Comment

0 Comments