Random Posts

Pasang Iklan disini hb Red 0895327076663

Warga Berharap Polisi dan Pol PP Tindak Penjual Petasan di Asemka

Salah satu pedagang petasan kembang api di Kolong Ply Over Asemka, Jakarta Barat

Postnewstime|Jakarta -  Meskipun pemerintah sudah melarang dan polisi sering merazia kembang api di pasar-pasar tradisional maupun di wilayah pemukiman penduduk, namun masih banyak pedagang kembang api yang nekad berjualan.

Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat  LSM Gagasan Aspirasi Generasi Anti Korupsi (LSM-GAGAK) Rosa Adang Ibrahim, S IKom, dikantornya, Jumat (31/5/2019) sore.

Adang menyebutkan, salah satunya di wilayah Pasar Asemka, mereka berdagang di bawah jembatan layang (Flyover) seenaknya bahkan ada pedagang menjual kembang api pelontar ada yang dengan diameter melebihi ketentuan.

" Di Pasar Pagi Asemka, para pedagang kembang api dengan bebasnya menjual dan memajang berbagai macam kembang api dari yang kecil hingga besar," kata Adang.

Menurut Adang, untuk mengantisipasi dan mengelabui petugas biasanya pedagang menyembunyikan dagangannya,  kemudian bila ditanya kembang api yang besar baru akan dikeluarkan. 

" Jadi biasanya yang di pajang hanya kembang api normal alias kecil kecil," imbuhnya. 

Tampaknya menurut Adang, petugas kepolisian maupun Satpol PP setempat tidak berdaya. Sebab hingga kini pedagang kembang api di pasar Asemka kian marak dan bebas berjualan.

Petugas Sebagai Ujung Tombak

Lebih lanjut ia mengatakan, Polsek adalah ujung tombak kepolisian untuk melakukan antisipasi segala bentuk kondisi yang ada di wilayah tersebut, termasuk kerugian kebakaran, akibat ledakan kembang api.

“Jika ada hal-hal yang membahayakan atau mengancam gangguan keamanan, Polsek harus melakukan deteksi dini dan tindakan preventif (pencegahan),” katanya.

Dengan demikian, polisi setempat seharusnya bertindak tegas dan melakukan razia terhadap peredaran petasan atau kembang api berukuran besar di wilayahnya. Hal itu dinilai penting guna memberikan efek jera.

“Tujuannya agar ketertiban masyarakat tetap terjaga. Dan kenapa sampai saat ini pedagang kembang api di wilayah Asemka tepatnya di bawah jembatan layang marak penjual kembang api, tampak terkesan membiarkan peredaran petasan dan kembang api diameter besar di wilayahnya,” terangnya.

Lebih dari itu kata Adang, bahkan lapak penjual kembang api di Pasar Asemka itu berada di bahu jalan sehingga menambah kesemrawutan dan kerap terjadi kemacetan, tentunya dalam hal ini sudah melanggar Perda No.11 Tahun 2008 Tentang Ketertiban Umum untuk wilayah Pemprov DKI Jakarta.

Salah satu warga Jembatan Lima Darno (45) juga berharap kepada aparat Kepolisian maupun Satpol PP agar bertindak tegas kepada para pedagang petasan tersebut.

" Ini kan untuk pencegahan, kalau sudah terjadi misalnya kebakaran rumah gara-gara petasan lembang api, siapa yang disalahkan," ujarnya.
Jurnalis: AMY

Post a Comment

0 Comments