Akan di Polisikan, Oknum Warga Pembuat Berita Palsu Terhadap Kepala Pesantren

Advertisement

Akan di Polisikan, Oknum Warga Pembuat Berita Palsu Terhadap Kepala Pesantren

Tuesday, 23 July 2019

Kepala Pesantren Tahfidzul Qur'an H. Arwani (baju biru) bersama wartawan merasa nama baiknya dicemarkan oleh oknum warga Kp. Gardu Bulak Mandar, Benda Kota Tangerang

Posnewstime| Jakarta- Seorang warga yang diduga tinggal dikampung Gardu Bulak Mandar Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, diduga menyebarkan berita palsu lewat selebaran kertas poto kopi dan juga lewat pesan singkat whatsapp (wa).


Berita diduga palsu menamakan salah satu media koran harian Ibukota

Selebaran kertas yang dipoto lalu disebarkan lewat pesan whatsapp itu seakan-akan berita dari koran harian Poskota edisi 6 April 2019 yang berisi berita penipuan yang dilakukan oleh salah satu pemilik Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an & Nurul Qur'an bernama Ustadz H. Arwani. 

Saat dikonfirmasi, H. Arwani membenarkan, ada salah satu oknum masyarakat yang diduga tinggal di Kampung Gardu Bulak Mandar, Benda, Kota Tangerang mengirimkan selebaran poto kopi berita yang seakan-akan berita itu ditulis dan telah dimuat koran harian Postkota edisi 6 April 2019.

" Didalam tulisan itu saya dituduh melakukan penipuan terhadap dua orang tetangga saya soal uang setoran calon jamah haji. Padahal saya tidak pernah merasa menipu tetangga saya," ujar Arwani ditemui di sekolah di Jl. Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (22/7/2019) siang.

Arwani melanjutkan, tuduhan dirinya menipu tetangganya juga itu tidak benar. Malahan dirinya juga termasuk orang yang tertipu oleh perusahaan travel bernama Izza Master Tour Depok.

Arwani menjelaskan, awalnya ia bertemu dengan seorang bernama Amin warga Kalideres, Jakarta Barat yang mengaku marketing Izza Master Tour Depok, Jawa Barat. Dari pertemuan itu Amin mengajak dirinya untuk membantu mencarikan calon jamaah haji untuk mendaftar di Izza Master Tour.

Izza Master Tour saat itu menawarkan promo paket daftar tunggu untuk calon jamaah haji hanya satu tahun saja. Saat itu Mei 2015 dijanjikan berangkat antara 2016 atau 2017.

" Kebetulan tetangga saya bernama Maja datang kerumah, minta bantu cariin travel haji. langsung saya arahkan ke pak Amin / Zumron. Abis itu saya gak tahu kelanjutannya. Karena pak Maja langsung berurusan dengan pak Amin," tuturnya.

Masih dikatakannya, ternyata setelah semua administrasi dan biaya ongkos naik haji (ONH) terpenuhi, calon jamaah haji tidak berangkat sesuai dengan iming-iming promosinya yakni satu tahun. Hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pihak Izza Master Tour. Bahkan Amin dan Izza Master Tour hilang tidak tahu rimbanya.

" Demi Allah, sumpah saya tidak makan duit sepeserpun dari pak Maja. Karena pak Maja berurusan ini itu langsung dengan pak Amin dari mulai adminsistrasi, urusan dokumen semua pak Maja langsung ke pak Amin," tegas Arwan.

Menurut Arwani dirinya juga korban, karena ketidak hati-hatian pak Amin dalam memilih travel," pungkasnya.

Berita Poskota Palsu

Sementara itu, menanggapi soal berita yang ditulis oleh oknum mengatas namakan seolah-olah itu adalah berita koran harian Poskota, dipastikan adalah berita palsu.

Hal ini dikatakan oleh salah satu wartawan senior ibukota. Ia mengatakan bahwa berita yang disebar dengan mengatas namakan Poskota itu palsu. Artinya Poskota tidak pernah memuat berita seperti itu pada edisi 6 April 2019.

" Itu palsu dan bohong. Poskota tidak pernah menulis berita itu. Nanti kita selidiki siapa oknum itu. Itu sama halnya menjelekan Poskota dimata masyarakat," tegasnya, Senin (22/7/2019).

Menurut dia, si penulis dan sipenyebar selebaran itu bisa dikenai pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan UU ITE yang hukumannya diatas 5 tahun penjara.

" Berbahaya itu, kalau dilaporkan ke Polisi yang menulis dan meyebarkan bisa terkena pidana yang hukumannya diatas 5 tahun penjara," katanya.

Ia menambahkan, jika sipenulis dan penyebar tulisan itu tidak meminta maaf ke Arwani, Laporkan saja ke pihak berwajib, agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

" Kalau tidak ada itikad baik minta maaf laporkan saja ke Polisi," pungkasnya.

Jurnalis: AMY