Random Posts

Pasang Iklan disini hb Red 0895327076663

Sekjen Majelis Pers : Jurnalis Harus Yakin Dan Percaya Diri



Postnewstime l Jakarta.-Untuk menjadi Jurnalis. Seseorang harus yakin dan percaya pada hakekat KEBENARAN yang terkandung didalam HATI NURANI. Untuk mendukungnya, menghormati dan menghargai Hak Asasi setiap orang, harga diri dari setiap individualnya . Karna setiap hari, hidup dan karakter seorang jurnalis akan dipertaruhkan. Maka untuk itu seorang jurnalis dibutuhkan intergritas, Keberanian, Kejujuran dan Kesabaran ..

 Dengan mengimplementasikan tugas-tugas jurnalistiknya berpegang pada KODE ETIK JURNALISTIK dan HATI NURANI karna itu diatas segalanya.

Ada sebelas kode etik jurnalistik, yaitu:

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

4.Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

5.Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

6. Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

7. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

8. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9. Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

10. Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

11. Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Dengan bekal kode etik jurnalistik ini, setidaknya menjadi buku saku yang tertanam dalam Hati, Otak dan Fikiran kemanapun wartawan bertugas, untuk menjadi PEDOMAN plus adab bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mulailah kita, sebagai media, yang berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa untuk mengkawal didalam meneruskan dan meluruskan agenda REFORMASI dan DEMOKRASI dalam persfektif PERS sebagai PILAR DEMORASI.

"KEBENARAN tidak memihak, Namun PERS berpihak pada upaya pencarian Kebenaran. Dan tugas Pers mengungkap kebenaran DEMI KEADILAN untuk KEDAMAIAN"

Salam Jurnalisme PERDAMAIAN.
Rgds. Ozzy SS. Ketum KWRI/Sekjen Majelis Pers.

Post a Comment

0 Comments