Random Posts

Pasang Iklan disini hb Red 0895327076663

Sering Mencuri, Akhirnya Polres Nganjuk Berhasil Bekuk Pemuda ini

Polres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman tengah menggelar konfrensi pers

Postnewstime|Nganjuk - Petugas Unit Reskrim Polres Nganjuk mengungkap kasus pencurian yang dilakukan oleh seorang pemuda berinisial S (25). S ditangkap ditangkap setelah beberapa kali melakukan kejahatan dibeberapa tempat. Polisi juga memberi hadiah timah panas dikakinya. Pasalnya, ketika dilakukan penangkapan, S berusaha melarikan diri.

Kepala Kepolisian Polres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman menjelaskan, pada 10 Juli 2019 sekitar pukul dua dinihari S melancarkan aksinya disalah satu rumah warga bernama EP di desa Sekar Putih, Bagor, Nganjuk.

" Dirumah ini, S berhasil membawa kabur 2 HP bermerek Oppo dan Vivo, sebuah tas ransel hitam, dan uang tunai sebesar 1 juta rupiah. Kerugian korban EP di taksir sekitar 5 juta rupiah," kata Dewa saat menggelar konfrensi pers di  Mapolres Nganjuk, pada Senin (22/7/2019).

Dewa melanjutkan, setelah berhasil melakukan aksi dirumah EP, pelaku S kembali melakukan aksi pencuriannya di rumah M yang merupakan korban ke dua. M merupakan tetangga EP didesa Sekar Putih.

Dirumah M kata Dewa pelaku behasil menggondol 2 unit  HP merk Samsung dan Oppo, sebuah cincin emas, sepasang anting emas,se-ekor burung murai batu dan uang tunai sebesar 10 juta.

" Kerugian yang di derita M mencapai kisaran 18 jt rupiah. Kedua pencurian itu dilakukan S dengan cara mencongkel jendela rumah korban," jelas Dewa.

Dewa melanjutkan, dari hasil penangkapan itu Polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 obeng plus,1 buah tatah (pahat) dan 1 buah senter. Alat bukti lain 3 buah Hp, 2 buah tas, dan uang tunai senilai 700 ribu rupiah,dan seekor burung murai batu berikut sangkarnya. 

Menurut Dewa hasil curian itu sebagian dijual di Jombang dan Mojokerto. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan dua wilayah tersebut.

" Kami juga menelusuri didua lokasi tersebut dan telah melakukan koordinasi dengan Reskrim Polres Jombang dan Mojokerto untuk pengungkapan adanya laporan yang serupa," pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Menurut Dewa tersangka S dapat dijerat dengan pasal 363 ayat 1 junto pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun.

▪ Laporan: My Yiang, Hendra 
▪ Editor : AMY

Post a Comment

0 Comments