Gubernur Sulsel : Desa Maju Dan Mandiri Melalui Tranparansi Tatakelola Pemerintahan Desa -->

Advertisement

Gubernur Sulsel : Desa Maju Dan Mandiri Melalui Tranparansi Tatakelola Pemerintahan Desa

Thursday, 19 December 2019




Postnewstime l Bone,-Strategi utama kebijakan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam percepatan pembangunan daerah adalah memperkuat kolaborasi dan sinergi semua pemangku kepentingan dan salah satunya adalah kolaborasi dan sinergi dengan seluruh kabupaten kota  dan bahkan menembus sampai kepada pemerintahan  desa.

Jikalau desa dikelola dengan baik, terbuka dan transparan dan bebagai inovasi maka dipastikan percepatan pembangunan di Sulsel akan dapat dipacu untuk menghadirkan kemajuan daerah dan kesejahtraan rakyat.


Berlangsung pada hari kamis tanggal (19/12/2019) di Hotel The Novena  Kabupaten Bone dilaksanakan Bimbingan Teknik Ketebukaan Informasi Publik melalui penguatan PPID Desa dengan standarisasi layanan keterbukaan informasi publik desa yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Kadis Kominfo- SP Provinsi Sulsel mewakili Gubernur Nurdin Abdullah, hadir para bupati terkait dan unsur Forkopinda, sejumlah OPD, para Camat, Kepala Desa, Sekretaris Desa Se Kabupaten Bone dan Kabupaten Sinjai, sebagai peserta bintek  yang berjumlah  sebanyak 867 orang.


Gubernur Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyampaikan agar tatakelola pemerintahan desa dilakukan dengan terbuka transparan melibatkan partisipasi publik dalam membangun desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan bahkan sampai pada pengawasan, kalau kepala desa berkinerja dan berkarya baik pasti akan dicintai rakyatnya, kita berharap pak desa tidak terganggu dengan hal yang berkaitan dengan pertanggungung jawaban karena para kepala desa telah mengelola dana desa nya dengan akuntabel.

Nurdin Abdullah menambahkan bahwa saya ingin para kades dijaga mareka dalam suasana yang kondusif dan focus untuk melakukan inovasi memajukan desanya.

Selanjutnya Terkait dengan lombah desa kita akan menilai prestasi desa secara objektif,  tim penilai tak usah dilayani dan diservice, jangan karena dengan pendekatan lalu desa itu jadi juara, kita tdk mau keberhasilah kamuflase tapi kita ingin benar ada prestasi sehingga desa itu memenangkan lombah desa. "Saya sudah berikan reward kepada desa yang juara kita  kasi dana satu milyar, juara dua 750 Juta, juara tiga 500 juta supaya ada motivasi desa untuk berpacu.

Bahkan para kades diminta untuk penyusun perencanaan berdasarkan potensi desa menyesuaikan dengan progran unggulan Provinsi Sulsel yaitu pembangunan infrastruktur, optimalisasi hilirisasi pertanian, kualitas layanan pendidikan dan kesehatan yang makin baik, pengembangan parawisata, dan merawat lungkungan, kalau desa memiliki perencanaan yang baik dan sejalan dengan prioritas provinsi maka desa itu bisa mendapatkan kucuran dana bukan hanya dana desa, ADD tapi juga dana bantuan provinsi ke kabupaten yang diteruskan ke desa,  jadi  kolaborasi dan sinergitas bukan hanya dengan kabupaten saja tapi juga dengan pemerintahan desa.

Kadis Kominfo Sulsel Andi Hasdullah yang menyelenggarakan acara bintek keterbukaan info publik desa menambahkah bahwa keterbukkan info publik desa menjadi pintu masuk untuk lahirnya tatakelola pemerintahan desa yang baik karena terjadi interaksi dan partisipasi publik dalam membangun desa, rakyat didesa merasa memiliki dan menikmati hasil pembangunan di desa lalu kemudian rakyat akan bangga dan akan menjaga capaian hasil pembangunan desanya, sehingga lahir apa yang kita sebut pemberdayaan masyarakat. Tandasnya.

Acara ini akan kita lanjutkan sampai selesai menyasar 2225 desa di Sulawesi Selatan, kita akan kawal bersama secara berjenjang dalam menghadirkan desa yang terbuka transparan melahirkan desa maju dan mandiri di Sulawesi Selatan. Kunci Hasdullah. (Red**)