KLHK Sosialisasikan Bahaya Limbah B3 Kepada Warga Tegal Angus -->

Advertisement

KLHK Sosialisasikan Bahaya Limbah B3 Kepada Warga Tegal Angus

Friday, 13 December 2019



PostNewsTime-Tangerang.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar sosialisasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kabupaten Tangerang. Sosialisasi dilaksanakan di HoteI Ibis Style Jakarta Airport Kota Tangerang, Kamis (12/12/19).


Sosialisasi dibuka oleh Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, DR. Haruki Agustina, M.Sc. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyied, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Ahmad Taufik, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nurul Hayati serta para undangan dan masyarakat Desa Tegal Angus Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.


Dalam sambutannya, Haruki Agustina mengajak untuk mengelola bersama-sama limbah yang ada di sekitar kita dengan tujuan untuk membangun kehidupan yang sehat dan ramah lingkungan. Apapun kondisinya, lingkungan-lah yang akan memberikan dampak di sekitar kita.


"Kami harus bisa mendorong masyarakat agar tidak membakar limbah B3 dan menginventarisasi kebutuhan masyarakat yang berkelanjutan hingga tumbuh menjadi ekonomi kerakyatan." Ujar Haruki.


Kondisi di Desa Tegal Angus sendiri sudah banyak terlihat langsung pembakaran limbah B3, dan di sisi lain aktifitas tersebut menjadi penghasilan ekonomi di kalangan masyarakat sekitar, ini butuh penanganan agar problematika ini ada solusi bersama.


"Kita (Pemerintah Pusat, Daerah) terus akan memberikan pemahaman kepada masyarakat, sekaligus memberikan solusi bersama kepada masyarakat Tegal Angus kebutuhan apa saja nantinya," ungkap Haruki.


Menurut Sekda, sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat Tegal Angus akan bahayanya limbah B3, yang di lingkungannya dikelola secara langsung dan dapat berdampak mengganggu kesehatan masyarakat secara umum.


"Saya harap warga Tegal Angus dapat pencerahan dengan sosialisasi ini, lebih paham akan pentingnya kesehatan lingkungan sekitar dan mengerti akan bahayanya limbah B3," ucap Sekda di depan warga Tegal Angus yang hadir.


Sekda pun ingin adanya sinergi juga dari pertemuan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk mendapatkan cara penanganan pengelolaan aktifitas pembakaran limbah B3 yang ada di Desa Tegal Angus secara intens.


"Pemkab pun menerjunkan DLHK, Koperasi dan OPD terkait agar lebih menyelesaikan permasalahan aktifitas pembakaran limbah di Tegal Angus Teluk Naga," tutup Sekda Rudi Maesyal.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menambahkan pemerintah daerah sudah terjun langsung memantau aktifitas pembakaran limbah B3 di Tegal Angus, memberikan penyuluhan, dan pemahaman secara langsung akan bahayanya limbah B3 terhadap dampak kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.


"Sudah beberapa kali kita terjun langsung ke lapangan (Desa Tegal Angus), sudah beberapa yang ditutup, kita pantau dan kita berikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat bahwasannya kesehatan mereka lebih penting," ungkap Taufik.


Usman/Haryo/Hms