Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang, Sindang Panon Timsus Paslon 01 Protes Ada Warga Tak Bisa Nyoblos

Advertisement

Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang, Sindang Panon Timsus Paslon 01 Protes Ada Warga Tak Bisa Nyoblos

Sunday, 1 December 2019




Postnewstime l Kabupaten Tangerang - Pemilihan Kepala Desa se Kabupaten Tangerang secara serentak digelar pada Minggu 1 Desember 2019. Namun, dibeberapa lokasi pemilihan masih ada kendala soal hak pilih warga, salah satunya di Desa Sidang Panon, Kecamatan Sindang Jaya.


Tim kemenangan dari Calon Kepala Desa (Cakedes) Sindang Panon nomor urut 01, Khudori juga menyesalkan banyak warga yang memiliki KTP Sidang Pangon namun tidak bisa ikut dalam memilih (mencoblos).

"Ada warga yang sudah memiliki surat untuk memilih, lalu diambil oleh RT untuk ditukarkan surat C6. Namun C6 nya tidak diberikan ke warga, yang akhirnya warga tersebut tidak bisa memberikan hak pilihnya," kata Khudori kepada wartawan dilapangan Desa Sendang Panon, Minggu (1/12/2019) siang.


Khudori juga memprotes kinerja panitia pilkades yang menurutnya kurang maksimal. Sehingga banyak persoalan yang menurut dia kurang fair pada warga yang memiliki hak pilih dan yang tidak.

Salah satunya kata dia, ratusan warga pendatang yang tidak memiliki KTP Sidang Panon namun bisa memiliki hak pilih hanya bermodal surat domisili. Sedangkan menurut dia domisili tersebut dibuat pada saat ada pelimilihan kepala desa.

"Saya memiliki data domilisi warga pendatang yang dibuat belum ada enam bulan. Padahal kan kalau belum ada enam bulan menjadi warga Sidang Panon, belum mempunyai hak pilih," katanya.

Padahal kata dia, sesuai dengan peraturan kementerian dalam negeri, sekurang-kurangnya warga pendatang yang memiliki hak pilih (cakades) harus sudah berdomisili tinggal minimal enam bulan.

"Nah persoalannya baru tinggal 1 bulan aja, bikin domisili dan bisa milih," katanya.

Khudori juga mencurigai ada intervensi kepala desa lama ( petahana/ incumbant) untuk mendata pendatang yang belum memiliki domisili agar dibuatkan domisili. Tujuannya kata dia agar bisa memilih petahana.

"Sebagai warga boleh dong saya curiga, bukan menuduh saya. Hanya curiga," tegasnya.

Jurnalis :Us/am