Sambut Hari Juang TNI-AD, Kodim 0734 Napak Tilas Perjuangan di Kota Yogyakarta -->

Advertisement

Sambut Hari Juang TNI-AD, Kodim 0734 Napak Tilas Perjuangan di Kota Yogyakarta

Sunday, 15 December 2019




Postnewstime l Yogyakarta. -Disamping sebagai Kota budaya dan kota pelajar, Yogyakarta juga memilki banyak sejarah perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 

Sebutan sebagai kota perjuangan, tak luput dari peran Yogyakarta dalam konstelasi perjuangan bangsa Indonesia pada jaman kolonial Belanda, penjajahan Jepang, maupun perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 

Yogyakarta pernah menjadi pusat pemerintahan baik masa kerajaan, mulai Kerajaan Mataram (Islam), Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman hingga menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia. Hal inilah yang membuat Yogyakarta semakin memiliki daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa, pelajar maupun wisatawan baik dalam dan luar negeri.


Berdasarkan faktor historis tersebut sudah seharusnya jika kita khususnya para generasi muda menggali nilai-nilai sejarah yang telah tumbuh dan berkembang dalam perjuangan para pendahulu bangsa khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Dalam rangka memperingati hari juang TNI Angkatan Darat Tahun 2019, Kodim 0734/ Yogyakarta di bawah pimpinan Kolonel Arh Zainudin S.H., M.Hum melakukan napak tilas dengan menyusuri beberapa tempat-tempat bersejarah yang ada di kota Yogjakarta. Kegiatan di mulai dari istana kepresidenan atau Gedung Agung, Museum Jendral Sudirman, Military Academy pertama Yogyakarta yang saat ini sebagai SMA Bopri 1, Benteng Vredeburg yang menjadi saksi bisu serangan umum 1 Maret 1945, serta bersilaturahmi dengan keluarga pahlawan revolusi Kolonel Anumerta Sugiyono, Jum'at (13/12/2019).


Komandan Kodim yang diikuti oleh para perwira dan perwakilan anggota dengan cermat berusaha untuk menggali sejarah serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 

Disela-sela kegiatan tersebut Kolonel Zainuddin menyampaikan, sebagai generasi penerus bangsa kita tidak boleh melupakan sejarah yang pernah ada dan terjadi di negara kesatuan Republik Indonesia khususnya di wilayah kota Yogjakarta.

"Hampir di setiap lokasi bersejarah kita dapat menemukan nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya" terangnya.


Lebih lanjut Zaenudin menjelaskan bahwa nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa mempunyai arti penting bagi kita untuk dijadikan sebagai motivasi dan pedoman dalam mengisi kemerdekaan Bangsa maupun untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bangsa-bangsa lain.

"Beberapa nilai perjuangan yang dapat kita petik diantaranya adalah semangat juang, semangat rela berkorban, ketulusan dan keikhlasan, keberanian kecermatan, semangat persatuan kesatuan atau kemanunggalan, serta ketangguhan dan keuletan para pejuang saat itu yang terbukti mampu membuat Indonesia yang jauh tertinggal dari aspek teknologi namun begitu ditakuti dan disegani oleh para penjajah saat itu" Ungkap Dandim berpangkat melati tiga ini. 

Hal lain yang juga penting untuk kita ketahui adalah betapa dari dahulu ancaman dan gangguan terhadap bangsa baik dari dalam maupun dari luar negeri akan selalu ada,  dan harus terus Kita waspadai bersama, imbuhnya.

Diakhir kegiatan Dandim menyampaikan, walaupun belum semua lokasi bisa dikunjungi dalam kegiatan napak tulas kali ini, namun setidaknya hal ini bisa menjadi pemantik bagi kita khususnya para generasi muda lainnya.

"Mari kita berupaya untuk terus menggali dan berupaya mengerti sejarah perjuangan bangsa serta memetik nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan berpedoman kepada jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara pejuang, Tentara nasional dan Tentara profesional, TNI harus semakin dekat dengan rakyat karena itu akan bisa menjadi kekuatan penggerak ada dalam menegakkan kedaulatan, mempertahankan keutuhan negara serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kemanunggalan TNI dan rakyat yang telah terbangun selama ini juga membuktikan bahwa TNI Angkatan Darat adalah kita" pungkasnya.

Jurnalis :Didi /Red