Di intimidasi, Wartawan Kabar6.com Polisikan Oknum FBR di Tangsel

Advertisement

Di intimidasi, Wartawan Kabar6.com Polisikan Oknum FBR di Tangsel

Wednesday, 4 December 2019




Postnewstime l Tangerang Selatan.- Eka Huda Rizki Rangkuti, wartawan Kabar6.com resmi melaporkan aksi kekerasan dan intimidasi yang dilakukan anggota ormas Forum Betawi Rempug (FBR) ke Polres Tangerang Selatan.

Didampingi Sukardin, Direktur Utama Kabar6.com, Eka melaporkan kasus ini pada Rabu 4/12/2019 dinihari tadi. Sukardin menyatakan tidak menerima perlakuan oknum anggota FBR terhadap wartawannya itu. Ia menegaskan telah membawa kasus tersebut keranah hukum untuk diproses lebih lanjut.

"Ini termasuk tindakan premanisme, jadi wartawan kita sudah mengakui kalau dia wartawan dan ingin meliput, tapi masih dianiaya," kata Sukardin di Mapolres Tangsel.


Sukardin yang berprofesi sebagai pengacara juga mengatakan kasus tersebut masuk delik perkara yang dinilai telah melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang menghalangi tugas jurnalistik pasal 18 ayat 1 karena tadi secara jelas ada ancaman hapus foto.

"Dimana diatur dan ditejerat pidana kurungan selama 2 tahun denda maksimal 500 juta dan yang kedua kena pasal 351 KUHP tentang penganiayaan," katanya.

Dia meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku. 
---- -- 



Intimidasi Wartawan Kabar6.com, Panglima FBR Tangsel: Langsung Saya Pecat

Panglima Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Daeng Ferry mengklaim pelaku tindak kekerasan terhadap Eka Huda Rizky wartawan kabar6.com ulah oknum. Massa ormas yang unjuk rasa di Balaikota melakukan intimidasi dan kontak fisik.

"Kayaknya ada pihak ketiga yang 'ngebonceng' di aksi kita kemaren," klaimnya kepada wartawan, (Rabu, 4/12/201).

Ia menyatakan selama ini FBR bermitra dengan kalangan awak media massa. Sehingga dirinya merasa sanksi dengan adanya laporan tindak kekerasan.

Daeng Ferry pun berjanji jika memang benar ada oknum kadernya telah melakukan pelanggaran hukum bakal diberikan sanksi tegas."Kalau terbukti itu anggota kita, saya langsung pecat."

Tindakan tidak patut itu bermula saat massa FBR melakukan aksi unjuk rasa atas penurunan bendera oleh Satpol PP Kota Tangsel. Aparat penegak peraturan daerah kemarin menertibkan bangunan semi permanen karena terkena proyek flyover Gaplek, Pamulang.

Oknum FBR yang melihat aksinya akan didokumentasikan pun akhirnya melakukan intimidasi dan kontak fisik. "Woyy!. Ngapain lu foto-foto," kata seorang oknum anggota FBR. "Loh gerombolan Satpol PP ya??," bentaknya lagi.
---- --
(rls/red /Glen)