Diduga Penculik Anak di Desa Tomabaru Malifut Kini Diamankan Polres Halut

Advertisement

Diduga Penculik Anak di Desa Tomabaru Malifut Kini Diamankan Polres Halut

Thursday, 30 January 2020

OS alias Akbar alias Onis diduga pelaku Penculik anak saat di periksa anggota Polsek Malifut, Halmahera Utara

PostNewsTime | Halmahera Utara Malut- Isu penculikan anak yang santer beredar di media sosial (Medsos) dan menghebohkan warga net ternyata diduga adanya. Pasalnya, peristiwa tersebut nyaris terjadi di Desa Tomabaru, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara. Sementara pelaku yang diduga langsung diamankan Polsek Malifut untuk menjalani pemeriksaan dan saat ini telah dibawa ke Polres Halut untuk didalami lebih lanjut.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Halut, Rusli Mangoda, saat di konfirmasi media ini, pada rabu dini hari, 30 Januari 2020.

"Iya benar, tadinya di polsek malifut tapi, sekarang sudah dibawa ke polres pada jam 01.00.WIT untuk di dalami," Ungkap Kasat Reskrim Rusli Mangoda.

Namun, pelaku yang diduga melakukan penculikan anak ini belum bisa di tahan, karena keterangannya berubah-ubah dan sementara masi di periksa anggota Reskrim Polres Halut.

"Bersangkutan belum ditahan, masih di dalami karena orang ini keteranganya berubah-ubah.
Sementara ini dimintai keterangan di satreskrim polres halut." Tegas Rusli.

Perlu di ketahui kronologisnya, Pada hari Selasa 28 Januari 2020 pukul 22.30 wit, ada laporan dari masyarakat Desa Tomabaru, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut)  yang bernama Soni Ngangangor, bahwa Masyarakat Desa Tomabaru telah mencurigai seorang laki laki yang tinggal di rumahnya yang bernama OS alias Akbar alias Onis bahwa yang bersangkutan diduga pelaku penculikan anak.

Berdasarkan laporan Soni Ngangangor terkait orang yang di curigai ke Anggota Piket Polsek Malifut sehingga berdasarkan laporan tersebut anggota Piket Polsek Malifut yang dipimpin oleh Kanit Intel Aipda Ismin Wahid, Kanit Provos Bripka Mutalib Umagapi dan Anggota Reskrim Brigpol Baharudin Djamal,  langsung meluncur ke TKP dan mengamankan orang yang dicurigai.

Langkah itu diambil pihak polisi untuk menghindari ada tindakan main hakim sendiri oleh warga atau tindakan lain terhadap seorang laki laki yang berinisial OS alias Akbar alias Onis, maka yang bersangkutan di amankan di Polsek Malifut.

Pelapor atau Saksi Soni Ngangangor memberikan keterangan bahwa sekitar enam hari yang lalu sekitar pukul  20.00 WIT dirinya bersama istri berangkat dari Desa Tomabaru menuju Kecamatan Malifut namun, saat melintasi di ujung arah utara Desa Tomabaru dirinya melihat seorang laki laki di pinggir jalan dan dirinya bertanya; ngana orang mana ( kamu orang dari mana ) dan yang bersangkutan (OS) menjawab saya orang Obi Desa Tapa.

"Kebetulan orang tua saya juga berasal dari Obi makanya yang bersangkutan saya bawah ke rumah di Desa Tomabaru Kecamatan Malifut, yang bersangkutan tinggal di rumah saya selama 6 hari dan Selama 6 hari yang bersangkutan pernah membujuk anak saudara saya yang bernama Noveringka Cinta  Sonya Klarevia ( 7 tahun), Agama Kristen, SD kelas 1, Alamat Desa Tomabaru, dengan kata kata 'Ngana mau ka tarada ikut pa kaka pi sofifi' namun si anak tersebut mengatakan tidak mau ikut." Terang Soni Ngangangor.

Sementara OS alias Akbar  alias Onis, setelah di mintai keterangan oleh anggota Polsek Malifut dirinya mengakui berasal dari Obi dan diajak serta dijanjikan uang 1 Milyar untuk menculik anak dan dirinya telah diberikan uang sebesar 500 ribu oleh Steven dan Musfaldi untuk biaya operasional di wilayah Halmahera Utara. Namun, keterangannya sering berubah-ubah dan pada akhirnya di bawa ke Polres Halut untuk didalami.

Atas keterangannya yang sering berubah-ubah membuat Polres Halut belum bisa menetapkan dirinya tersangka dan menahannya. Karena masih butuh keterangan dari dua orang nama yang disebutkannya.

Untuk itu, Kasat Reskrim Polres Halut, Rusli Mangoda, berharap masyarakat jangan dulu cepat mempercayai atas informasi ini.

"Belum jelas, karena harus periksa orang yang disebut sama-sama dengan dia, periksa hpnya dan saksi-saksi. Mohon agar orang orang jangan dulu percaya bahwa ada peristiwa penculikan karena belum ada bukti-bukti, apa lagi orang ini juga keteranganya berubah-ubah." Pungkas Kasat Reskrim Rusli Mangoda.


Jurnalis: Abdul