Mentan SYL : Ajak Petani Sayur Bandung Tingkatkan Ekspor

Advertisement

Mentan SYL : Ajak Petani Sayur Bandung Tingkatkan Ekspor

Monday, 13 January 2020



PostNewsTime-Bandung.Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak lebih dari 700 petani asal Kabupaten Bandung untuk tingkatkan produksi sayur dan buah untuk penuhi pasar lokal dan ekspor.


Petani sayur dan buah  yang berasal dari Kecamatan Cibodas Pengalengan, Ciwidey dan Lembang ini tergabung dalam 20 kelompok tani dan bermitra dengan PT Alamanda Sejati Utama.



"Saya sangat mengapresiasi kemitraan ini, kedepan saya mengajak semua pihak untuk meningkatkan produksi tiga kali lipat. Jika perlu bantuan segera sampaikan kepada saya, kita fasilitasi agar petani dapat lebih sejahtera, " kata pria yang biasa disapa SYL ini saat meninjau proses bisnis ekspor sayur dan buah di instalasi karantina tumbuhan di rumah kemas milik PT Alamanda Sejati Utama, di Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/1).


Menurut Mentan, jajarannya di karantina pertanian memberikan layanan pemeriksaan di gudang pemilik. Layanan "jemput bola" selain untuk menjamin pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan ekspor juga untuk mempercepat proses bisnisnya.


"Terobosan dan inovasi untuk layanan cepat ekspor ini akan terus dilakukan, juga pemangkasan izin-izin, kami sederhanakan agar ekspor bisa kita genjot," tegasnya.


Mentan yang hadir bersama dengan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Gungun Gunawan, Wakil Ketua  DPD RI, Hasan Basra, senator Jawa Barat, Aa Oni Suwarman dan jajaran pejabat eselon 1 lingkup Kementan juga melepas ekspor produk sayur mayur, umbi dan buah asal Jawa Barat sebanyak 73,6 ton  dengan nilai Rp  4,17 milyar  ke Singapura, Cina, Hongkong dan Korea Selatan.


Kepala Badan Karantina  Pertanian, Ali Jamil yang mendampingi Mentan SYL di kunjungan kerjanya memaparkan dari data lalu lintas ekspor di Karantina Pertanian Bandung, eksportasi sayur buah asal Jabar di tahun 2019 meningkat hampir 3 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.


Tercatat di tahun  2018 ekspor sayur mayur hanya  996.2 ton dengan nilai Rp. 66,1 miliar. Sementara di tahun 2019 dari data sertifikasi karantina, eksportasi tercatat 2.636 ton dengan nilai Rp. 80,5 miliar, meningkat sangat signifikan, tambahnya.


Pemilik PT Alamanda Sejati Utama, Komar Muljawibawa menyambut ajakan Mentan untuk meningkatkan ekspor, tiga kali lipat. Ini sangat menantang dan sangat dibutuhkan dukungan Kementerian Pertanian baik dipusat maupun didinas.


"Dengan terjun  langsung seperti sekarang ini, saya menjadi lebih yakin kita memiliki semangat yang sama. Saya percaya gerakan tiga kali lipat ekspor, Gratieks ini tidak saja akan jadi kebanggaan bagi kita sebagai insan pertanian tapi juga bagi bangsa, insya Alloh," tukas Mentan.


Narasumber :
1. Dr. H Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH - Menteri Pertanian
2. Gungun Gunawan - Wakil Bupati Kabupaten Bandung
3. Ali Jamil, Ph.D - Kepala Badan Karantina Pertanian
4. Komar Muljawibawa- Direktur PT Alamanda Sejati Utama


Usman/Haryo/Hms