Pemkab Morotai Tetapkan Tanggap Darurat Banjir

Advertisement

Pemkab Morotai Tetapkan Tanggap Darurat Banjir

Monday, 13 January 2020




Postnewstime l Morotai.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai menanggapi serius soal banjir yang melanda sejumlah desa di tiga Kecamatan di Pulau Morotai beberapa hari lalu. Diantaranya Kecamatan Morotai Timur, Kecamatan Morotai Utara dan Kecamatan Morotai Jaya. 


Dimana banjir yang terjadi pada Senin 6 Januari hingga Rabu 8 Januari 2020 telah menggenangi ratusan rumah warga di tiga kecamatan itu. Membuat Bupati Morotai, Benny Laos, mengeluarkan Keputusan Pembentukan Tim Pos Komando Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir pada Selasa 7 Januari 2020.


Kasubbid BNPB RI, Roslin, saat di konfirmasi Minggu 12 Januari 2020 menyampaikan Tim BNPB bersama Pemda telah turun kelapangan  meninjau sejumlah desa yang terdampak banjir serta sungai yang menyebabkan banjir.

"Saya sudah kelapangan dan saya sudah koordinasi dengan Wakil Bupati tadi malam," Katanya


Selain itu, kata dia, saat ini Bupati Morotai, Benny Laos, telah mengeluarkan surat keputusan terkait bencana banjir tersebut.

"Sekarang Surat Keputusan Bupati Morotai status tanggap darurat," Tukasnya

Saat ini, ujarnya, yang kita bantu untuk operasional petugas posko dan logistik pengungsi.

Diahir penyampaian Roslin menyebutkan, karena untuk pembangunan penguatan tebing sungai harus ada permohonan bupati morota dan SK bupati status Transisi Darurat menuju Pemulihan. Kemudian, selanjutnya ada Tim verifikasi yang akan menilai kerusakannya apa saja saat verifikasi.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Pulau Morotai, Asrun Padoma, saat di konfirmasi media ini melalui telepon seluler. Minggu 12 Januari 2020 mengatakan setelah Pemda bersama tim BNPB RI meninjau langsung ke Desa-Desa lokasi banjir maka,  penanganan jangka pendek ada tiga sungai yang dianggap paling urgen untuk dibuat normalisasi, yaitu sungai Sopi, Sungai Lusuo dan Sungai Tawakali.

"Saat ini tim BNPB dan Balai Sungai telah membangun posko bencana banjir yang berpusat di Sopi. Tim bertugas memantau perkembangan banjir karena cuaca masi ekstrim beberapa minggu kedepan. ini salah satu alasan dikeluarkannya SK Bupati  tersebut," Ungkapnya.

Lanjutnya, SK Bupati itu juga menjadi dasar pengusulan dana tanggap darurat ke kementrian RI. Karena, bila kita mengejar dana reguler waktunya masih lama yakni tahun 2021. Sementara ada tiga sungai yang menjadi urgen untuk dibangun pembangunan pengutan tebing sungai.

"Pemda berharap Pemerintah Pusat dapat segera membangun Pembangunan Pengutan Tebing Sungai Sopi, Sungai Lusuo dan Sunga Tawakali. Karena tiga sunga itu yang paling urgen," harapnya.

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Pulau Morotai, Abubakar Abdulrajak, mengutarakan bahwa Pemda Morotai mengusulkan semua sungai besar, dimana setiap hujan dengan intensitas tinggi terjadi banjir, untuk dibangunnya pengutan tebing sungai.

"Pemda usul semua sungai besar, diantaranya Sungai Rahmat, Sungai Hino, Sungai Lifao, Sungai Lusuo, Sungai Tawakali dan Sungai Sopi untuk Pembangunan Pengutan Tebing Sungai. Hanya, mana yang akan disetujui kita belum tau." Pungkasnya.

Masyarakat Pulau Morotai umumnya dan hususnya di Desa Desa yang terdampak banjir berharap Surat "Sakti" Bupati dapat mewujudkan impian masyarakat yakni hidup bebas dari banjir.

"Semoga Surat Keputusan Bupati tentang tanggap darurat banjir Morotai dapat menggugah pemerintah pusat agar segera membuat pengutan tebing sungai sehingga tidak banjir lagi," harap warga yang terdampak banjir.

Perlu diketahui, Keseriusan Pemkab Morotai dituangkan dalam Keputusan Bupati Pulau Morotai Nomor 362.2/15 /KPTS/PM/2020 Tentang
Pembentukan Tim Pos Komando Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir di Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2020.

Salah satu pertimbangan dikeluarkannya SK Bupati tersebut adalah dalam rangka peningkatan koordinasi, pengendalian, pemantauan dan evaluasi kegiatan penanganan tanggap darurat bencana banjir di  Kabupaten Pulau
Morotai.

Jurnalis :Abdul H