Putra Canga Tobelo Siap Hentikan Perseda Daeo Menuju Delapan Besar

Advertisement

Putra Canga Tobelo Siap Hentikan Perseda Daeo Menuju Delapan Besar

Saturday, 25 January 2020

Putra Canga FC

Postnewstime I Morotai - Pelatih kepala Club Sepak Bola Putra Canga Tobelo, Oslan Hadi, optimis di laga terakhir 16 besar antara Putra Canga bentrok Perseda Daeo, timnya dengan pola main ala timnas Argentina sangat siap menjinakkan Perseda dan memenangkan pertandingan tersebut.

Hal tersebut diyakini Dona, sapaan akrab Coach Oslan Hadi, fans berat tim Argentina ini. Karena menurutnya, sejumlah pemain inti Putra Canga telah pulih dari cedera dan siap turun main, pada laga "hidup mati" atau ibaratkan laga final bagi kedua tim demi meraih tiket ke 8 besar dan sudah dapat dipastikan pertemuan kedua tim akan berlangsung seru serta menyuguhkan tensi dan tehnik permainan yang tinggi. Pada Minggu sore, 26 Januari 2020 di Stadion Merah Putih Bangsaha Morotai.

"Putra Canga intens berlatih seperti tim lainnya. Soal formasi tidak ada perubahan, hanya materi pemain yang di rubah, ada beberapa pemain kunci suda sembuh dari cedera, insya Allah kita manfatakan potensi itu. Karena komposisi pemain suda komplit dan sangat siap skli serta optimis meraih tiga poin. Alasannya, menurut saya Perseda tim bagus, hanya Muhajirin FC  lebih bagus bermain dari Perseda Daeo," Ungkapnya.

Tim dan oficial Putra Canga Tobelo, Halmahera Utara

Lanjutnya, Kekalahan kami atas Muhajirin FC hanya faktor keberuntungan belum memihak kepada Putra Canga, Padahal kami punya peluang membuat gol ke gawang Muhajirin FC lebih banyak.

Selain itu, dirinya berharap agar dilaga penentu antara Putra Canga Tobelo Vs Perseda Daeo Morotai di pimpin oleh wasit dan hakim garis yang sportif dan profesional sehingga tidak merugikan sala satu tim.

"Cuma yang torang takuti apabila wasit dan hakim garis tidak fer (sportif) dalam memimpin pertandingan, itu yang tidak baik. Karena rata rata kalau tim morotai bertemu dengan Tim luar, wasit dan hakim garis asal Morotai kurang sportif. Apalagi barusan yang Putra Canga lawan adalah tim yang pelatihnya adalah panitia Bupati Cup 2019," Celotehnya.

Untuk itu, saat Putra Canga kontra Perseda pada minggu sore nanti, diharapkan wasit dan hakim garis yang di turunkan Pengawas Wasit (PW) adalah mereka yang tidak punya hubungan emosional dengan tim Morotai atau wasit dan hakim garisnya bukan orang Morotai dan Halut sehingga pertandingan berlangsung seru dan asik di tonton.
Pelatih Putra Canga FC, Oslan Hadi

"Bagi kami tim yang dari Halut kita sudah saling tahu kekuatan, karena tim tim itu sudah jadi langganan dikalahkan Putra Canga. Tetapi kami sangat antisipasi tim tim yang memakai pemain ternate. Karena,  kebanyakan tim tim ternate jam terbang di atas rata rata. Kemudian banyak bermain di liga II dan I indonesia. Sehingga, bila pelatih lemah memenej strategi dan menyeru semangat pemain, maka tim akan kalah sebelum bertanding," Paparnya.

Perlu di ketahui, Putra Canga adalah Club Sepak Bola yang bermarkas di Desa Gura Tobelo, Halmahera Utara. Bermaterikan seratus persen pemain lokal Tobelo, serta di arsiteki pelatih lokal berlisensi, asal kampung cina, Desa Gamsungi Tobelo. Dan, selama di pertandingan Piala Bupati Morotai 2019 baru sekali kebobolan saat melawan Muhajirin FC di 16 besar. Selain itu, Putra Canga pernah menjuarai open turnamen Muhajirin Cup di Morotai, sejumlah open turnamen di Halmahera Utara dan beberapa open turnamen di kabupaten lain. Dengan segudang prestasi menjadi modal Putra Canga hentikan langkah Perseda Daeo menuju perempat final, 8 besar.



Jurnalis: Abdul