Air Sungai Meluap, Ratusan Rumah Warga Desa Lusuo Morotai Terendam Banjir

Advertisement

Air Sungai Meluap, Ratusan Rumah Warga Desa Lusuo Morotai Terendam Banjir

Wednesday, 12 February 2020

Suasana banjir di Desa Lusuo, Morotai, Maluku Utara malam ini


PostNewsTime | MOROTAI MALUT- Akibat diguyur hujan deras selama 7 jam, sejak rabu 12 Februari sore, tepatnya pukul 17.30 WIT sampai malam ini membuat meluapnya air sungai lusuo dan sungai durian, mengakibatkan banjir setinggi dada orang dewasa atau sekitar satu meter  menggenangi ratusan rumah warga Desa Lusuo, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Bahkan ini banjir terparah yang kedua kali di alami masyarakat desa lusuo. banjir terparah sebelumnya terjadi pada bulan Januari 2020. Keberadaan pemerintah dipertanyakan.

"Ratusan rumah di beberapa RT di Desa Lusuo kembali terendam banjir. Bahkan disejumlah RT ketinggian airnya mencapai dada orang dewasa atau sekitar 1 meter, sehingga nyaris menenggelamkan ratusan rumah warga," Ungkap krateker Kepala Desa Lusuo, Jalaludin Ode Goa, saat sokonfirmasi media ini, Rabu malam, 12 Februari 2020.

Lanjutnya, peristiwa nahas itu terjadi sejak jam 5.30 sore. Banjir tak hanya memutus akses jalan, banjir juga nyaris menenggelamkan ratusan  rumah warga yang berada di kawasan tersebut. Terpantau, ketinggian air di tempat itu hingga pukul 00.20 WIT malam ini masih setinggi dada orang dewasa.


"Warga yang terdampak telah berhasil mengungsi ke wilayah/rumah warga yang berada di ketinggian," ucapnya.

Menurutnya pemerintah lambat menangani soal banjir Lusuo, padahal sudah lebih dari satu kali terjadi.

"Ini karena sampai saat ini belum dilakukan normalisasi sungai, sehingga ketika hujan dalam insensitas tinggi pasti air sungai Meluap dan terjadi banjir seperti saat ini," semburnya.

Menurut keterangan, Adlan Hamaya, salah seorang warga Desa Lusuo yang rumahnya paling parah terendam banjir mengatakan, akibat hujan sejak sore hingga malam ini tidak berhenti dan meluapnya air sungai sehingga terjadi banjir yang cukup menakutkan.

"Salah satu rumah saya yang paling parah tergenang banjir. Persitiwa ini membuat seluruh warga sangat kwatir karena banjir terjadi di malam hari," cetusnya.

Dia katakan, hingga kini banjir masih merendam Desa Lusuo. Tetapi belum ada satu bantuan pun yang datang menghampiri. Masyarakat menyelamatkan diri masing masing.

"Kami berharap dinas terkait baik Dinkes dan BPBD untuk segera turun ke TKP membantu masyarakat. Jujur kami sangat panik," pungkasnya.



Soal bantuan pemerintah melalui sejumlah dinas terkait yang belum ada sampai malam ini ternyata di benarkan kepala desa Lusuo, Jalaludin.

"Iya memang benar apa yang disampaikan warga Lusuo bahwa sampai malam ini bantuan dari Pemerintah belum ada, padahal warga sangat panik dan butuh bantuan. Karena, hujan masih deras dan belum rendah sehingga ketinggian air belum surut." Pungkasnya, sembari mengatakan RT yang kena banjir parah adalah RT 02, 03, 04, 05, 06, 08 dan RT 09.

Sementara kepala BPBD Pulau Morotai, W Sahuleka, ketika di konfirmasi melalui telpon seluler, apakah timnya telah ke desa Lusuo, dirinya menjawab datar.

"Mobil BPBD rusak jadi malam ini belum bisa ke lokasi banjir di Lusuo. Rencananya besok pagi baru tim ke Lusuo," paparnya.

Sementara Kadis PU, Abubakar Abdulrajak, saat dikonfirmasi soal normalisasi sungai yang belum dilakukan dinasnya, dirinya mengakui hal tersebut, dengan alasan BNPB RI telah mengambil alih.

"Kami sudah tidak lakukan normalisasi karena kewenangan sudah diambil alih oleh BNPB RI untuk mengerjakan semua itu." Katanya.



Jurnalis: Abdul