Akibat Terpeleset, Warga Desa Keleng Meninggal Dunia Terbawa Arus Sungai Katimaha -->

Advertisement

Akibat Terpeleset, Warga Desa Keleng Meninggal Dunia Terbawa Arus Sungai Katimaha

Saturday, 29 February 2020





Postnewstime l Cilacap - Terpeleset di pinggir sungai, mengakibatkan satu warga Desa Karangjengkol Kecamatan Kesugihan meninggal dunia, Kamis (27/2/20) sore. Korban hanyut terbawa arus sungai Katimaha dan diketemukan setelah beberapa menit kemudian.

Menurut saksi mata, Gino (44) warga RT 05/06 Desa Keleng Kec. Kesugihan menuturkan, ketika bersama temannya Burhan (40) dan Agus Priyono yang keduanya merupakan dusun Damarwulan RT 04/04 Desa Ciwuni melihat korban hendak menyeberang sungai Katimaha namun terpeleset dan terbawa arus. Derasnya air sungai membuat dia dan temannya kesulitan menolong korban. Setengah jam kemudian, korban ditemukan tersangkut di bebatuan.

Kejadian ini langsung dilaporkan warga ke Babinsa setempat Serda Sukiman. Saat di data, korban berjenis kelamin perempuan, bernama Aswen (35), Islam, pekerjaan buruh, warga RT 03/06 Dusun Kalipelang Desa Keleng Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Kemudian korban dievakuasi dan langsung dibawa ke Klinik Pratama Jaya Husada Desa Karangjengkol namun oleh Dr. Esti Dwi Wahyuni, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, korban segera dibawa kembali ke rumahnya di RT 03/06 Dusun Kalipelang Desa Keleng Kecamatan Kesugihan untuk diserahkan ke pihak keluarga untuk segera di kebumikan. Mewakili satuan, Babinsa mengucapkan bela sungkawa yang sedalam dalamnya kepada pihak keluarga yang ditinggalkan seraya berdoa, semoga almarhumah diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

" Menurut pihak keluarga, almarhumah akan dikebumikan pada esok harinya mengingat hari sudah malam dan kondisi cuaca juga masih turun hujan, kejadian ini sudah kami laporkan ke pimpinan atas dan koordinasikan kepada perangkat desa setempat untuk selanjutnya dibantu pihak keluarga almarhumah hingga prosesi pemakaman selesai, " tutur Serda Sukiman.

(Urip)