Jelang Pilkada Serentak, Pelaku Ritel - UMKM Sepakat Jaga KAMTIBMAS -->

Advertisement

Jelang Pilkada Serentak, Pelaku Ritel - UMKM Sepakat Jaga KAMTIBMAS

Admin
Thursday, 13 February 2020

[caption id="attachment_14774" align="aligncenter" width="750"] Sepriadi, Ketua APRINDO Provinsi Sumatera Barat (baju putih), berdiskusi dengan dengan para pengusaha ritel serta perwakilan pedagang pasar. (Foto: SIberNews)[/caption]

Padang, SiberNews - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) bersama pengusaha ritel se Sumatera Barat, belum lama ini mengadakan sebuah sesi diskusi tentang kondisi ritel di Sumatera Barat, disalah satu ruang pertemuan di Kota Padang.

Sepriadi, Ketua APRINDO Provinsi Sumatera Barat menegaskan, bahwa diskusi yang dilaksanakan oleh pihaknya itu bertujuan untuk membangun prilaku ekonomi yang sehat, anti sara dan menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

“Selain untuk membangun prilaku ekonomi yang sehat dan anti sara, kami juga berharap antar pengusaha ritel wajib menjaga persatuan dan kesatuan pelaku usaha tersebut untuk Indonesia maju di tahun politik ini (2020: Pilkada serentak),” ungkap Sepriadi.

Ia juga mengharapkan dukungan dari pemerintah terhadap pengusaha ritel, UMKM dan termasuk pedagang pasar, agar bisa berjalan sebagaimana mestinya, sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.

“APRINDO adalah lembaga resmi bagi pelaku usaha, karena kami konsentrasi sekali bagaimana semua pelaku usaha tersebut bisa terlindungi oleh APRINDO. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah bisa bersinergi dalam memajukan program pemerintah. Artinya Aprindo bukan hanya fokus agar pelaku usaha mendapatkan keuntungan, tetapi bersinergi ikut memajukan program pemerintah,” imbuhnya.

 

[caption id="attachment_14775" align="aligncenter" width="907"] Suasana diskusi Aprindo dengan Pengusaha Ritel, Pedagang Pasar dan Badan POM Provinsi Sumatera Barat.[/caption]

Selain itu, masih menurut Sepriadi, sehubungan saat ini tahun politik, dimana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di belasan Kabupaten/ Kota di se Sumatera Barat, para pelaku usaha agar tidak terpengaruh dan ikut politik praktis.

“Kami mengajak semua pelaku usaha, termasuk pedagang pasar dan UMKM, agar menjaga kestabilan keamanan. Juga menjaga bagaimana tidak menjual produk – produk yang illegal, kemudian kalau ada produk kesehatan jelas ijin – ijinnya dari Kementrian Kesehatan Republi Indonesia (KEMENKES RI),” paparnya.

Diskusi tersebut selain dihadiri oleh para pengusaha ritel, UMKM dan pedagang pasar, ternyata juga dihadiri oleh Badan Obat dan Makanan (POM) Provinsi Sumatera Barat serta Intelkam Polda Sumatera Barat.

Fifi yang mewakili Badan POM Provinsi Sumatera Barat, menyatakan kebanggaannya dengan adanya diskusi itu. Ia juga ingin memastikan agar pengusaha ritel, UMKM dan pedagang pasar, benar – benar menjual produk – produk yang sehat, legal dan sesuai regulasi yang berlaku.

Oleh sebab itu, menurut Fifi, Aprindo sebagai asosiasi pengusaha ritel termasuk bisa merangkul UMKM dan para pedagang pasar, intensif melakukan komunikasi dengan Badan POM. (Rico Adi Utama)