Produk Tembakau Yang Diolah Menjadi Ganja Sintesis, Berhasil Diamankan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya -->

Advertisement

Produk Tembakau Yang Diolah Menjadi Ganja Sintesis, Berhasil Diamankan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Admin
Sunday, 9 February 2020

SIBER.NEWS | JAKARTA | Jaringan pengedar ganja sintetis menyewa sebuah apartemen di Surabaya. Jaringan mereka ada di Jakarta dan kota-kota lain. Produk mereka tembakau dari Jawa Barat yang diolah menjadi ganja sintetis, kemudian dipasarkan secara online.

Jajaran aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya melakukan penggerebekan di Apartemen High Point di Surabaya, Jumat (07/02) kemarin. Lokasi itu diduga menjadi tempat pembuatan ganja sintetis.



Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Herry Heryawan di Polda Metro Jaya mengatakan, berdasarkan keterangan awal salah satu pelaku pembuat ganja sintesis, pabrik rumahan ini sudah beroperasi sejak 2019. Total ada ratusan kilogram ganja sintesis yang berhasil diedarkan, ujarnya kepada awak media di Makopolda Metro Jaya, Sabtu (08/02/2020).

Kendati demikian, Herry belum bisa memastikan berapa keuntungan yang telah didapat oleh para sindikat ini. “Pasar yang paling potensial itu di pedesaan,” ujarnya.

Dalam proses pengiriman barang berbahaya ini, para pelaku biasa menggunakan jasa pengiriman resmi. “Kadang mereka menggunakan ojek online. Mereka menyasar ke tempat umum dan nggak ke satu alamat untuk menghilangkan jejak,” jelas Herry.

Ganja sintesis ini biasa diedarkan para pelaku dengan berbagai macam harga. Mulai dari Rp 2 juta untuk kemasan 100 gram, Rp 600 ribu dengan kemasan 50 gram, hingga Rp 400 ribu berisi 25 gram ganja sintesis.



Polisi mengingatkan kepada masyarakat agar tidak sekali-kali mencoba tembako sintesis. Karena memiliki efek samping yang menbahayakan tubuh. Seperti membuat orang koma, mual-mual, kejang-kejang, nafas pendek, dan bisa berperilaku agresif.

Para tersangka yang diidentifikasi bernama Aris, Bondet, Wahab, dan Rico. Barang haram itu didapat para tersangka secara terpisah. Tembakau gayo misalnya. Aris mengaku membelinya dari Cianjur, Jawa Barat. Kemudian, ada esens aroma cokelat, alkohol dengan kandungan berbeda, dan berbagai bahan kimia lainnya. Mereka mencampur tembakau tersebut dalam berbagai ramuan.(Red)