Rakyat Sejahtera Menuju Indonesia Maju, Mensos Launching Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial berbasis Android -->

Advertisement

Rakyat Sejahtera Menuju Indonesia Maju, Mensos Launching Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial berbasis Android

Admin
Tuesday, 18 February 2020

Jakarta, Siber.news | Untuk memudahkan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) masyarakat Indonesia. Kemensos launching aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial berbasis Android (SIKS-DROID).

Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial berbasis Android (SIKS-DROID) merupakan upaya Kementerian Sosial untuk digitalisasi bantuan sosial terutama terkait data. Melalui aplikasi SIKS-DROID, masyarakat juga dapat mengakses data tentang kemiskinan secara langsung dan terjamin akurasinya.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengatakan, "SIKS-DROID ini untuk pendataan di lapangan sehingga petugas-petugas di lapangan bisa langsung dari handphone Android melakukan pendataan, melakukan update data dan langsung masuk ke dalam DTKS kita," ujarnya kepada awak media di Jakarta, (17/02).

Aplikasi SIKS-DROID dilengkapi dengan variable-variabel yang terdapat dalam form Basis Data Terpadu, sehingga informasi yang dibutuhkan tentang masyarakat miskin akan semakin lengkap. Prosedur ini diakuinya akan akan memudahkan untuk diintegrasikan ke dalam Basis Data Terpadu dan seluruh program perlindungan sosial secara Nasional.

SIKS yang dikembangkan dengan nomenklatur Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial berbasis Android (SIKS-DROID) ini dapat diakses oleh Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Semua proses data yang diinput dalam aplikasi tersebut akan diawasi secara berjenjang dan terpadu agar semua data yang dimasukkan dapat terbaharui secara aktual dan benar.

Bahkan dengan kecanggihannya, SIKS-DROID dapat merekam seluruh titik koordinat geografi pada tiap-tiap rumah tangga yang terdata.

Harapannya, "Dengan data yang tepat sehingga program-program Kementerian Sosial lebih tepat sasaran. Tentunya apabila pengelolaan datanya lebih baik lagi ke depan," ujarnya.

"Jadi kebijakan Kemensos ke depan benar-benar harus berbasis data. Bagaimana kita menanggulangi kemiskinan ini juga berdasarkan data," ujarnya. (Guh)