RICO ADI UTAMA: #SavePadangPariaman Bersama Idarussalam -->

Advertisement

RICO ADI UTAMA: #SavePadangPariaman Bersama Idarussalam

Admin
Sunday, 9 February 2020

[caption id="attachment_14677" align="aligncenter" width="852"] Drs. Idarussalam Tuanku Sutan (kiri) bersama Rico Adi Utama.[/caption]

TANDA Pagar (Tagar)/ Hash Tag #SavePadangPariaman, mulai saya sebarkan pertanggal 9 Februari 2020 untuk Kabupaten Padang Pariaman, dibeberapa group WhastApp. Bertepatan Ulang Tahun I Puteri saya : Aeesha Rayn Minangsih.

Kenapa harus #SavePadangPariaman? Tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Sebab, bagi pihak – pihak yang mengetahui kondisi Kabupaten Padang Pariaman saat ini, tentu mengerti dan faham keadaan yang terjadi, puncaknya: sebagai besar Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, mengajukan ‘Hak Interpelasi’ kepada Bupati Padang Pariaman.

Apa itu Hak Interpelasi? Adalah DPR/ DPRD untuk meminta keterangan kepada Pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Itu artinya, ada sesuatu yang sangat urgensi dan darurat, yang perlu mendapat jawaban, tindakan dan solusi dari sang Bupati dengan kondisi yang diduga ‘carut marut’ akhir – akhir ini.

Sudah kurang lebih 80% Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman, yang ingin bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang, saya temui dan berinteraksi secara aktif. Ternyata, dari sekian banyak itu, hati saya tersentuh dengan sosok Buya Idarussalam, yang saat ini masih menjabat Asisten I (Bagian Pemerintahan) Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Beliau bukan hanya seorang birokrat senior, tetapi ternyata seorang ulama yang kharismatik dan saat ini memimpin Pesantren Nurul Yaqin di Korong Ringan – Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Pesantren tersebut, termasuk yang terbesar di Padang Pariaman dan tidak jarang dikunjungi oleh tokoh nasional dan pejabat pusat, dikarenakan pengaruh serta ketokohan Syekh H. Ali Imran Hasan (Tuanku Mudo), yang mendirikan pedantren itu sejak tahun 1960.

Buya Drs. Idarussalam Tuanku Sutan adalah putera dari Syekh  H. Ali Imran Hasan dan merupakan jebolan APDN/ IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri); itu artinya pula Ia sudah ditempa dengan disiplin dan karakter birokrat yang kuat dan tegas, disamping pendidikan pesantren yang Ia jalani sejak kecil bersama Sang Ayah dan Pesantren Nurul Yaqin.

Kembali ke kondisi Padang Pariaman, dengan tagar #SavePadangPariaman yang saya sebutkan diatas, bahwa jika ingin tahu kondisi Padang Pariaman, datanglah ke Padang Pariaman dan tanyalah bagaimana keadaan disana; pemerintahan, masyarakat dan ekonominya.

Itu artinya, ada pesan moril yang saya titipkan dalam tagar tersebut, dimana keadaan Kabupaten Padang Pariaman yang sedang diselimuti kritik, protes dan formalitas hak dari DPRD Padang Pariaman  dengan Hak Interpelasinya, menandakan Padang Pariaman tidak dalam kondisi baik – baik saja dan perlu diselamatkan.

“Mengingat kondisi Padang Pariaman saat ini, kita harus berjihad; Jihad Politik,” ungkap Buya Idarussalam, kepada saya dikediamannya, Jum’at (8/2/2020).

Saya tertegun mendengar seruan itu, bahwa itu artinya pula memang kondisi Padang Pariaman sangat tidak baik – baik saja. Sebab, yang melontarkan kata – kata tersebut adalah seorang pamong senior dan masih aktif menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman, membidangi Pemerintahan.

Diantara diskusi saya dengan Buya Idarussalam, akhirnya saya menyampaikan visi dan misi yang ada dibenak saya tentang Padang Pariaman selama ini. Yakni harus “Terwujudnya Kabupaten Padang Pariaman Serambi Madinah, Adil dan Lebih Baik”.

Agar visi itu terwujud, maka perlu dicanangkan misi – misi sebagai berikut:  

Menyelenggarakan Pemerintah Yang Bersih, Akuntabel Serta Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

Untuk mewujudkan misi ini, maka hal – hal yang akan dilakukan adalah:


  • Reformasi Birokrasi;

  • Birokrasi yang efesien, inovatif, responsif, partisipatif;

  • Pembangunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdaya guna;

  • Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman melibatkan berbagai pihak secara terintegrasi, selain antara pemerintah dengan masyarakat juga antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman;

  • Meningkatkan efektivitas dan efesiensi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman dengan penerapan nilai dasar, kode etik, kode perilaku dan netralitas pegawai ASN;

  • Memastikan pengisian jabatan pimpinan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman yang berbasis kinerja dan kompetensi.


Melaksanakan Pembangunan Yang Berdaya Guna dan Berhasil Guna

Untuk mewujudkan misi ini, maka hal – hal yang akan dilakukan adalah:

  • Pembangunan infrastruktur yang tepat guna;

  • Membangun akses produktif masyarakat;

  • Pembangunan infrastuktur Pendidikan Islam (Pesantren) yang modern dan memiliki target berhasil guna dalam pembentukan karakter generasi penerus Padang Pariaman yang ber-akhlakul karimah (akhlak yang baik);

  • Membangun rumah tahfizh dan masjid Nagari yang makmur dengan jama’ahnya di 103 Nagari se Kabupaten Padang Pariaman.


Memberdayakan Masyarakat Dengan Berkeadilan

Untuk mewujudkan misi ini, maka hal – hal yang akan dilakukan adalah:

  • Menciptakan pendidikan karakter dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, mandiri, terampil, profesional dan kritis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

  • Mengusahakan terwujudnya sistem pendidikan di Kabupaten Padang Pariaman yang berorientasi kerakyatan, murah dan berkesinambungan;

  • Mengembangkan kehidupan ekonomi kerakyatan yang adil dan demokratis;

  • Membangun budaya yang maju dan modern dengan tetap memelihara jatidiri budaya Padang Pariaman/ Piaman Laweh yang baik, demi meningkatkan harkat dan martabat daerah;

  • Meningkatkan peran dunia usaha industri oleh masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman dengan industri yang mandiri, berdaya saing dan maju, serta industri hijau;

  • Merangkul para perantau agar terlibat aktif memikirkan pembangunan dan program di ranah (kampung halaman);

  • Menggalakkan pendidikan Al-Qur’an, dengan terbentuknya kampung Al-Qur’an di 103 Nagari se Kabupaten Padang Pariaman;

  • Mendorong home – home industri masyarakat, yang mendayagunakan produk – produk/ potensi lokal di Kabupaten Padang Pariaman. *)


*) Oleh: RICO ADI UTAMA