Sampah Plastik Berserakan di Pantai Pulau Mitita, Apa Solusi Pemda?

Advertisement

Sampah Plastik Berserakan di Pantai Pulau Mitita, Apa Solusi Pemda?

Monday, 17 February 2020


PostNewsTime | MOROTAI- Sampah terlihat berserakan sejauh mata memandang saat tim bakti sosial (baksos) terdiri dari FJOM, Pemda dan TNI-Polri mendarat di pantai pulau Mitita, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara. Minggu 16 Febru 2020.

Sampah utamanya terdapat di sepanjang barat pantai Mitita (samping kanan pelabuhan tambatan perahu, red). Pemandangan yang tidak mengenakkan itu terlihat bisa lebih dari 100 meter.

Mayoritas sampah yang berserakan adalah sampah rumah tangga. Ada kantong plastik, botol oli, tempat handbody dan botol plastik. Paling banyak botol air mineral.

Namun, seluruh sampah itu bercampur dengan sampah organik seperti bambu, kayu, ranting, maupun buah kelapa kering.

Sejumlah tim baksos TNI dan FJOM yang bertugas membersihkan disepanjang pantai itu terkejut melihat tumpukan sampah plastik.

"Sampah plastiknya sangat banyak yea. Ini mungkin sampah kiriman karena pulau ini tidak punya penghuni," ungkap sejumlah tim baksos.


Asisten II Setda Morotai, Suriani Antarani,S.E., saat disampaikan soal sampah plastik yang banyak bertebaran dirinya terkejut.

Menurut dia, "kondisi seperti ini sangat membahayakan karena tidak hanya mengganggu ekosistem, tapi populasi ikan bisa terancam."

Sangat miris, kata Suriani, karena tampak banyak sampah rumah tangga. Ini menunjukkan tabiat warga yang belum sadar pada lingkungan yang bersih dengan membuang sampah kelaut.

Suriani juga mengungkap kekecewaannya pada hamparan sampah di pantai Mitita. Kalau sampah organik sudah lumrah. Tetapi, sampah plastik membahayakan bagi mahluk hidup di air.

Melihat Fakta tersebut, Kepala DKP Morotai, Suriani, berkeinginan agar pulau Mitita minimal dua Minggu sekali dibersihkan.

"Pulau Mitita ini lebih besar dari Pulau Dodola, sehingga pembersihan dilakukan minimal sekali dalam dua Minggu. Tapi, semua itu dapat terlaksana tergantung anggaran operasionalnya yakni BBM, karena tenaga dari satgas kebersihan baik DKP, BLH dan Kantor Kecamatan Morotai Selatan sangat siap," Terangnya.

Seiring dengan Asisten II, Sekda Morotai, M Kharie, sepakat dan malah berkeinginan baksos di lakukan oleh Pemda dalam membersihkan Pantai Pulau Mitita waktunya lebih cepat yaitu seminggu sekali.

"Wartawan sudah membuka jalan melakukan baksos di pulau mitita, selanjutnya Pemda wajib membersihkan seminggu sekali di hari Sabtu, itu juga lebih baik," katanya.

Sementara Danlanal Morotai,
Letkol Laut (P) Norman Faizal, berharap ada pembersihan yang rutin, sambil mengedukasi warga dengan membangun kesadaran mereka, agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai dan pantai sehingga bisa bermuara ke laut dan terdampar di pulau seperti ini.

Perlu diketahui, bahwa pulau Mitita berada di selatan kota daruba, akan dijadikan pulau wisata oleh Pemkab Morotai. Karena disana terdapat spot wisata bawah laut yang indah dan unik. Sehingga dapat mengantar wisatawan untuk scuba diving bersama hiu atau Gorango Morotai (Gomo) yang saat ini lagi trend karena dijadikan aikon Festival Morotai.



Jurnalis: AH