Speedboat Satu Putri Mati Mesin Ditengah Laut, 23 Penumpang di Evakuasi -->

Advertisement

Speedboat Satu Putri Mati Mesin Ditengah Laut, 23 Penumpang di Evakuasi

Tuesday, 18 February 2020


PostNewsTime | Morotai Malut- Speedboat Satu Putri berangkat dari pelabuhan Daruba menuju pelabuhan Tobelo pukul 08.15 WIT mengangkut 23  penumpang dan 3 ABK. Terombang-ambing di laut karena mati mesin berulang kali setelah melewati pulau Mitita. Tepatnya di sekitar perairan antara Tobelo Halut dan Pulau Morotai. Selasa 18 Februari 2020.

Kepala Tagana Maluku Utara (Malut), Achmad Baligi, merupakan salah satu penumpang Speedboat nahas itu, kepada media ini (18/2) mengatakan, speedboat satu putri ditumpangi 23 orang penumpang brangkat dari Pelabuhan Daruba tujuan Pelabuhan Tobelo, pukul 08.15 WIT itu setelah 30 menit kemudian Speed yang memiliki dua mesin itu mogok dan terombang-ambing di tengah lautan.


Melihat kondisi itu, Achmad Baligi selaku Petugas Taruna Siaga Bencana ( Tagana ) Maluku Utara, meminta Lahadir, motoris Speed Satu Putri tidak layak untuk meneruskan perjalanan  ke Tobelo. Alasannya, karena dalam perjalan terdapat 15 kali, dua buah mesin sering mati. Membuat seluruh penumpang resah. Untuk itu, Baligi mendesak Lahadir segera meminta bantuan.

"Hal itu dilakukan demi keselamatan 23 penumpang yang terdiri dari 9 Perempuan dewasa, 1 bayi Perempuan umur 3 bulan, 12 orang Laki-laki dewasa dan 1 anak Laki-laki 4 tahun. Kami meminta bantuan dengan menelpon Speedboat lainnya agar penumpang di evakuasi menuju tempat tujuan ke Tobelo," terangnya.

Lanjut Baligi, setelah meminta bantuan sekitar 20 menit satu buah Speedboat Sarina telah datang melakukan evakuasi, tepatnya pada jam 09.30 WIT. 23 penumpang pun bergegas naik ke speedboat Sarina dan penumpang di antar melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Tobelo.

Achmad menegaskaskan dan memohon kepada pihak Sahbandar Morotai dan Tobelo segera melakukan sidak terhadap semua speed yang berada di pelabuhan masing masing. Agar Speed yang tidak layak seperti Speedboat Satu Putri jangan lagi diberikan ijin berlayar.

"Ini demi keselamatan penumpang," Tegasnya.

Kepala Tagana Maluku Utara, Achmad Baligi

Ia menambahkan info dari BMKG hari ini selasa 18 Pebruari 2020. Untuk perairan Laut Tobelo-morotai tinggi gelobang1,25 - 3,0 meter. Hal ini seharusnya menjadi perhatian Sahbandar. Sehingga setiap Speedboat yang berangkat diperiksa perlengkapannya dan kelayakan mesinnya agar tidak terjadi seperti peristiwa yang dialami Speedboat satu putri.

"Mohon keseriusan sahbandar Morotai dan Tobelo memonitor setiap speedboat yang berangkat agar tidak terjadi hal hal yang tidak di-inginkan. Kasus ini menunjukan kelalaian Sahbandar sehingga nyaris mengancam keselamatan penumpang," Sembur Baligi.

Namun, dirinya bersyukur karena peristiwa itu terjadi belum ada gelombang tinggi. Sehingga Speedboat lainnya dapat membantu dan mengantar mereka hingga tiba dengan selamat di pelabuhan Tobelo.

"Alhamdulillah saat kejadian itu lautnya belum bergelombang tinggi. Sehingga kami berhasil di evakuasi ke speed lain dan mengantar ke Tobelo, kami semuanya tiba dengan selamat." Pungkasnya.



Jurnalis: Abdul