Akhirnya Kontraktor BPTP Hermanto Diperiksa Kejari Bangka -->

Advertisement

Akhirnya Kontraktor BPTP Hermanto Diperiksa Kejari Bangka

Admin
Friday, 6 March 2020

Sungailiat (Bangka), Siber.News — Akhirnya kontraktor fenomenal, Hermanto menjadi terperiksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, terkait dugaan penyimpangan proyek peningkatan jalan utama milik Balai Penelitian Tehnologi Pertanian (BPTP), Kamis (05/03/20).

Setelah beberapa waktu lalu melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait mulai dari KPA, PPK hingga Konsultan pengawas, pihak Kejari Bangka terus melakukan pemeriksaan termasuk kepada kontraktor , Hermanto.

Dalam pantauan wartawan yang tergabung dalam Forwaka Babel dikantor Kejari Bangka. Nampak Hermanto terlihat mengenakan celana panjang hitam dengan atasan baju kemeja lengan panjang berwarna biru dongker terlihat terburu buru masuk ke gedung pidsus Kejari Bangka.

Kasi Pidsus Kejari Bangka Aditya membenarkan jika pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Kontraktor Hermanto guna dimintai keterangannya.

“Iya kontraktor Hermanto tadi diperiksa dan akan dilanjutkan besok pagi karena sudah terlalu malam ,” ungkap Aditya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (05/03/20) malam.

Dijelaskannya, jika saat ini pihak penyidik belum bisa mengambil kesimpulan soalnya masih menunggu pemeriksaan pihak-pihak yang terkait lainnya termasuk pemberi dukungan dan pemilik perusahaan.

” Untuk kesimpulan kita masih menunggu hasil pemeriksaan pihak-pihak lainnya seperti pemberi dukungan proyek ( AMP/Red) dan pemilik perusahaan,” ujar Aditya.

Diungkapkannya juga jika pemberi dukungan atas nama Akong dalam proyek tersebut tidak benar melainkan dukungan dari orang lain.

” Proyek itu yang bilang dapat dukungan dari Akong itu bohong sebab tidak ada data yang didapati sementar ada dukungan bukan dari Akong namun dari orang lain ,” Ungkap Aditya.

Terpisah, Hermanto yang dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan jika dirinya memang datang ke Kejari Bangka, namun kata dia dirinya diundang untuk dimintai keterangan bukan terperiksa.
“Bukan diperiksa bro. Tapi dimintai keterangan, ya..cuma diminta identitas gitu, terus ditanya gitu-gitu lah,” kata Hermanto seraya mengakhiri sambungan teleponnya.

Seperti diberitakan sebelumnya
Pelaksanaan kegiatan proyek peningkatan jalan utama milik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang dikerjakan oleh kontraktor CV Globalindo Nusantara diakhir tahun 2019 lalu, ternyata berbuntut kepersoalan hukum.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBN dengan pagu dana Rp1 miliar TA 2019 diduga dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan. Dimana terdapat item pekerjaan yang terbilang mayor yakni kegiatan pengaspalan namun tidak dilaksanakan sedangkan anggarannya sudah dicairkan 100 persen.

Akibatnya, pihak Kejaksaan Negeri Bangka pun melakukan pengusutan terhadap kegiatan proyek peningkatan Jalan Utama BPTP tersebut. (Bi)