Andika Tewas, Saat Bekerja TI Rajuk -->

Advertisement

Andika Tewas, Saat Bekerja TI Rajuk

Admin
Saturday, 7 March 2020

Pangkalanbaru (Bateng), Siber.News -Suasana sedih, kembali menyelimuti keluarga Andika alias Pandi (27) warga, Jalan Batu Nek Dusun Pantai Rt 13, Desa Batu Belubang, kecamatan Pangkalanbaru, Kota Pangkalpinang.

Pria anak satu ini, Tewas di lokasi Pertambangan Timah Inkovesional (TI), ilegal jenis Ti Rajuk di laut Sampur, desa Kebintik Rabu (04/03/2020) Siang Lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, Jumat (06/03/2020) korban tewas, terbentur pipa rajuk dan terpental satu meter dari lokasi kejadian.

Sementara rekan lainya langsung mengevakuasi korban dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Depati (RSUD) Hamzah kota Pangkalpinang.

Namun Naas korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia, kemudian langsung di bawa kerumah duka.

Pantauan Saat dilapangan, rumah duka terlihat tenda dan belasan kursi pelastik, terpajang di depan rumah.

Sementara, Pantauan di lokasi yang berbeda Di Pos Polair Polres Pangkalpinang terlihat Pemilik Ponton dan Barang Bukti sudah di amankan.

Ambo Upe, (38) kakak, kandung korban saat ditemui, Awak Media membenarkan adik kandungnya, tewas di Tambang Timah Inkovesional (Ti) Rajuk, milik Jamaludin alias Acok alias Gambreng, warga Desa Batu Belubang.

Masih dikatakan, Upe, adek kandungnya ketika di evakuasi, dari Ponton Tambang Rajuk, langsung di bawa ke RSUD Hamzah.

Kades Kebinti, Edi Ermanto, saat dikonfirmasi, Awak media membenarkan adanya kecelakaan kerja diwilayahnya. Namun korban bukanlah warganya, melainkan warga desa Batu Belubang berikut pemilik Tambang.

"Bukan warga kami, memang kalau kerjanya di pesisir kita,"katanya.

Terpisah, Kades Kebinti, Kades Batu Belubang

Dasihtri Ulan pun juga saat di konfirmasi mengaku bahwa korban dan pemilik ponton merupakan, warganya.

"Benar warga kita dan sekarang korban sudah di kebumikan berikut pemilik telah di amankan pihak Kepolisian,"ujarnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Sihotang, Saat di konfirmasi membenarkan adanya kejadian itu dan saat ini kasusnya sudah di tangani Satpolair Polres Pangkalpinang.

"Benar pemilik dan barang bukti sudah kita amankan dan masih dalam proses pemeriksaan kita."tuturnya.

Sementara pantauan di lapangan, Sebanyak ratusan ponton, masih di beroprasi dan diduga semua Tambang yang menjamur itu tidak mengantongi Izin. (TIM Babel)