Bupati Morotai Membingkai Kisah Sukses Tol Laut Dalam Paparan di Kemendes-PDTT -->

Advertisement

Bupati Morotai Membingkai Kisah Sukses Tol Laut Dalam Paparan di Kemendes-PDTT

Thursday, 5 March 2020

Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Benny Laos, saat menyampaikan materi

PostNewsTime |Jakarta- Tol Laut menjadi salah satu program populis dari Pemerintahan Joko Widodo. Program ini dinilai berhasil di berbagai daerah sasaran, salah satunya di Morotai. Sehingga Bupati Benny Laos diundang memaparkan “Kisah sukses pelaksanaan Program Tol Laut di Trayek Surabaya-Makassar-Morotai” di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat (04/ 03/ 2020).

Meski demikian, pemerintah pusat lagi mengupayakan keterpaduan Sub-Sektor Transportasi Daarat, Laut dan Udara dalam mendukung Percepatan Konektivitas dan Pemasaran Produk Unggulan Perdesaan di Daerah Tertinggal. Sehingga, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Selanjutnya Kemendes-PDTT) menyelenggarakan kegiatan rapat bersama dalam rangka penyusunan Dokumen Kesepakatan Lintas Kementerian Lembaga (K/L) dan Daerah tertinggal untuk kepentingan evaluasi kebijakan kedepannya.

Selain berkaitan dengan kisah sukses tol laut, Bupati juga membahas pelaksanaan pilot project IMRK (Informasi Muatan Ruang Kapal) dalam mengurangi disparitas harga dan pemenuhan kebutuhan pokok di Kabupaten Pulau Morotai.

Pokok materi Bupati memaparkan tren perkembangan bongkar muat dalam 4 (empat) tahun terahir. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Daruba, bahwa memang terjadi peningkatan signifikan dalam aktifitas bongkar muat. Tercatat sejak 2016 volume bongkar dibukukan pada angka 65.874 M3, sedangkan muat adalah 11.796 M3. Meski sempat mengalami penurunan pada 2017, dimana volume bongkar menjadi 51.585 M3 dan muat di angka 8.332 M3. Namun pada 2018 volume bongkar meningkat tajam hingga mencapai 97.372 M3 dan muat perlahan-lahan naik menjadi 8.532 M3. Volume bongkar muat terus meningkat pada 2019 menyentuh 383.625 M3 (bongkar). Sedangkan muat mencapai 22.034 M3.

Meski demikian, kisah sukses tol laut dalam perspektif kebijakan dan pembangunan Morotai memiliki beberapa catatan yang kerap di sampaikan bupati dalam banyak kesempatan. Salah satunya: pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas transformasi ekonomi (13/ 11/ 2019) di Bogor Jawa Barat. Menurut bupati, terdapat “permainan” di dalam PT. Pelni (Persero). Perusahaan yang diberi mandat menjadi operator tol laut itu dinilai belum maksimal dalam mengimplementasikan program Pemerintah dalam hal mensuplai logistik ke tempat tujuan. “Sehingga, terjadi keterlambatan dan kenaikan harga yang cukup signifikan, walaupun tujuan Tol Laut untuk penurunan harga”. Ungkap Bupati dalam Rakor di Bogor Tahun lalu.

Dalam trend peningkatan volume bongkar muat untuk semua jenis barang tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam membereskan hambatan-hambatan di lapangan. Baik itu hambatan yang terkait dengan operator tol laut, maupun yang disebabkan oleh kekurangan infrastruktur. Kiranya hambatan serupa juga dialami oleh daerah tertinggal lainnya.

Setelah pemaparan Bupati dihadapan K/L terkait, dan di muka undangan dari 25 (dua puluh lima) daerah tertinggal, diharapkan dapat mampu mengakomodasi kekurangan-kekurangan dari penyelenggaraan program tol laut di daerah tersebut. Setidak-tidaknya, kisah sukses dan catatan penyelenggaraan program tol laut di Morotai dapat menjadi sumbangan untuk perbaikan kebijakan tersebut secara nasional.




Sumber: Humas