Diduga Pemanfaatan dan Penggunaan Air Laut Tambak Udang PT.BAS Tak Kantongi Izin, Direktur Sebut Izin Diurus Gubernur dan Jaksa -->

Advertisement

Diduga Pemanfaatan dan Penggunaan Air Laut Tambak Udang PT.BAS Tak Kantongi Izin, Direktur Sebut Izin Diurus Gubernur dan Jaksa

Admin
Tuesday, 17 March 2020

Siber.News Tempilang - Aktifitas tambak udang milik PT. Budi Agri Sejahtera (BAS) yang berlokasi di dusun Sika Desa Tanjung Niur kec. Tempilang kab. Bangka Barat, diduga bermasalah,


Pasalnya, tambak udang dengan areal seluas 20 hektar yang sudah beroperasi 5 bulan ini, pengambilan dan pemanfaatan air laut untuk mengairi tambak tanpa kantongi izin


Investigasi wartawan yang tergabung dalam grup Forwaka Babel dilokasi, Sabtu (14/3/2020), saat bertemu langsung Direktur PT. BAS yang menyebutkan namanya Adiwiyanto hingga sempat berbincang bincang seputar kegiatan tambak udang.


Ketika disinggung permasalahan izin pemanfaatan dan penggunaan air laut. ?


Direktur PT. BAS ini sempat menyebutkan nama gubernur dan kejaksaan yang mengurus semua perizinannya.


Menurut Adi selaku Direktur PT. BAS . Mereka sudah berinvestasi besar, dan legalitasnya komplit.


Kami sudah berinvestasi sangat besar dan legalitasnya sudah komplit," ucapnya yakin.


Untuk semua izin kami sudah urus ke Gubernur," tegas Adi, seraya menambahkan bahwa izin tambak dan lingkungan semuanya dari gubernur.


Dan sekarang perizinan lainnya  sedang diselesaikan orang kita yang dari kejaksaan juga," ucapnya pasti.



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Babel melalui Kabid Tata Ruang Lingkungan Hidup, Sardiono mengungkapkan saat dikonfirmasi mengatakan saat ini belum ada proses penilaian di DLH Provinsi atas nama PT. Budi Agri Sejahtera (BAS).


" Sampai saat ini DLH provinsi belum ada proses penilaian dokumen lingkungan PT. Budi Agri Sejahtera," ungkap Sardiono.


Sebenarnya dokumennya sudah masuk ke kita pak, hanya saja prosesnya bukan langsung ke kita (DLH Prov-red) mestinya ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi dulu," tambahnya lagi.


Pantauan sejumlah awak media, tampak PT.BAS membuat kanal panjang ditambah gorong - gorong sampai kebibir pantai untuk mengairi limbah tambak udang hingga kelaut yang sudah selesai dikerjakan.


Sedangkan untuk pemanfaatan dan penggunaan air laut masuk kedalam tambak, PT. BAS menggunakan pipa dengan ukuran besar sepanjang lebih kurang 300 meter menggunakan mesin penyedot yang langsung ke dalam tambak udang. (bi)