JPKPemerintah : ‘MUSA’ Pasangan Pilgub Sumbar 2020 Terkuat

Advertisement

JPKPemerintah : ‘MUSA’ Pasangan Pilgub Sumbar 2020 Terkuat

Saturday, 21 March 2020

[caption id="attachment_15672" align="aligncenter" width="857"] MUSA (Foto: JPKPemerintah Sumbar)[/caption]

Oleh : Ketua DPW JPKPemerintah Provinsi Sumatera Barat*

Melihat dari beberapa hasil survey dan asumsi beberapa elit politik dan masyarakat lepas, nama Mulyadi cukup populer jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Sumatera Barat 2020 ini. Bisa dikatakan, promosi terbesar dari sekian para Bakal Calon (Balon) Gubernur yang muncul, memang tidak bisa dipungkiri adalah Mulyadi, menyusul Reza Falepi, Mahyeldi dan yang lainnya.

Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat, Mulyadi memiliki modal 10 kursi parlemen di DPRD Provinsi Sumatera Barat. Itu artinya, Mulyadi hanya akan mencari 3 kursi parlemen lagi, sebagai syarat untuk mengikuti pesta demokrasi di Pilkada/ Pilgub 2020 mendatang.

Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKPemerintah) Provinsi Sumatera Barat, berposisi sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) tentu memiliki penilaian objektif tersendiri, terlepas dari banyak pendapat elit politik dan para praktisi politik yang ada. Itu artinya, JPKPemerintah/ JPKP, cukup intensif melakukan monitoring kondisi Provinsi Sumatera Barat kedepannya, menuju ‘Sumbar Yang Lebih Baik, Sejahtera dan Berkeadilan’.

Kembali kepada Mulyadi, bahwa dari banyak alternatif bakal pasangannya dalam mengikuti pesta demokrasi itu, Mulyadi memiliki beberapa tokoh yang bisa mendampinginya, sebut saja; Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman aktif), Gusmal (Bupati Kabupaten Solok aktif) dan Shadiq Pasadiqoe (Pernah menjabat Bupati Tanah Datar dua periode).

Mari kita analisa satu persatu alternative tersebut:

 

Mulyadi – Ali Mukhni (Singkatan: MUALIM)

Berpasangannya Mulyadi Ali Mukhni, memang sangat berpeluang koalisi gemuk yakni Partai Demokrat (10 kursi parlemen) dan Partai PAN (10 kursi parlemen). Dimana Ali Mukhni selaku Ketua DPW Partai PAN Sumbar, cukup memiliki posisi tawar diusung oleh partai sendiri, jika pada Musyawarah Wilayah (Muswil) yang kabarnya akan digelar, Ia tetap menjabat sebagai Ketua DPW.

Hanya saja, Ali Mukhni berasal dari wilayah Politik Sumbar 2 (Pembagian Dapil di Pemilihan Legislatif 2019) yang juga sama dengan Mulyadi. Itu artinya, segmentasi politik MUALIM akan sangat terbatas bisa akses ke Sumbar 1. Peluang keduanya, sangat berat!

 

Mulyadi – Gusmal (Singkatan: MG)

Gusmal, bukan Ketua Partai untuk tingkat Provinsi di Sumatera Barat. Ia memang Bupati aktif saat ini, yang bisa mewakili Sumbar 1. Hal itu tentu, akan membuat energy lobby sangat tinggi Gusmal untuk mencari partai pengusung, agar Ia bisa mengikuti Pilgub Sumatera Barat.

Untuk Solok Saiyo (Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan) nama Gusmal memang cukup dikenal. Hanya saja, untuk Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, tentu Gusmal perlu pula extra pengenalan dan popularitas.

Itu artinya, MG masih bisa dikatakan peta politik yang agak berat berlayar dan bertarung dengan potensi rival yang ada.

 

Bagaimana dengan yang satu ini?

Mulyadi – Shadiq Pasadigoe (singkatan: MUSA)

Nah, pasangan yang satu ini cukup fenomenal. Mulyadi yang berasal dari Sumbar 2, sangat cocok dipasangkan dengan Shadiq Pasadiqoe yang berasal dari Sumbar 1.

Mulyadi yang memiliki kans politik bagus di wilayah Sumbar 2 dan memperoleh suara terbesar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 kemarin, cukup mengemparkan publik jika Ia berpasangan dengan Shadiq Pasadigoe yang berasal dari Sumbar 1 dengan kans politik yang tidak diragukan lagi, cukup signifikan pula.

Shadiq Pasadigoe yang merupakan birokrat senior, memiliki pengalaman mengelola pemerintah yang sangat baik, Ia Bupati Tanah Datar dua periode dan pernah PNS aktif hingga menjabat Staf Khusus Menteri PAN & RB, sangat cocok mendampingi Mulyadi yang notabenenya hanya politisi dan pengusaha saja.

Oleh sebab itu, didampinginya Mulyadi oleh Shadiq Pasadigoe, merupakan pasangan pemimpin yang sangat ideal. Dimana urusan internal birokrasi dan manajemen pemerintahan, sudah sangat terbantu dengan kehadiran Shadiq disamping Mulyadi.

Sebab, urusan pemerintahan mesti diserahkan kepada ahlinya. Selain peta politik yang berpeluang menang, pasangan MUSA rasanya layak memimpin Sumatera Barat lima tahun kedepan.

Penulis:

*) Rico Adi Utama : Ketua DPW JPKPemerintah Provinsi Sumatera Barat