PPNI Sumbar Komitmen Jaga Toleransi Ummat Beragama dan Persatuan Bangsa -->

Advertisement

PPNI Sumbar Komitmen Jaga Toleransi Ummat Beragama dan Persatuan Bangsa

Admin
Monday, 2 March 2020

[caption id="attachment_15249" align="aligncenter" width="908"] Aksi PPNI Sumbar. (Foto: RAU)[/caption]

Padang, SiberNews - Pemuda sebagai garda terdepan pertahanan persatuan dan kesatuan bangsa, perlu menjaga komitmen dan semangat cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan dengan tegas oleh Koordinator Aksi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Peduli Negeri Indonesia (PPNI)  Provinsi Sumatera Barat, Rifki Fernanda, dalam sebuah diskusi publik bersama para kader PPNI, di Kota Padang, belum lama ini.

Hal itu juga dikuatkan oleh Boby Darmanto, selaku Ketua DPD PPNI Provinsi Sumatera Barat, bahwa pihaknya siap menjaga empat pilar kebangsaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga toleransi antar ummat beragama dan pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Serta yang tidak kalah pentingnya adalah memerangi hoax.

"PPNI hadir untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Karena memang, PPNI ada, demi Indonesia," tegas Rifki.

Sementara itu, Bobby Darmanto menuturkan, bahwa jika bukan pemuda yang menjaga keutuhan bangsa ini, maka dua puluh tahun kedepan, bangsa Indonesia hanya akan tinggal sejarah.

Dalam diskusi publik yang dimoderatori oleh Rifki, beberapa waktu lalu itu, sangat menyentak dan menyadarkan kadernya akan arti penting kesatuan dan persatuan. Iapun menegaskan, agar kader PPNI menjaga dan menumbuhkembangkan semangat ideologi pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa tersebut, karena NKRI harga mati.

Dihadapan kadernya, Rifki menjelaskan secara mendalam tentang kehadiran PPNI, yang sangat fundamental dan mendasar sebagai sebuah organisasi kepemudaan, yang terbebas dari berbagai afiliasi kepentingan manapun.

Karena, persatuan dan kesatuan akan bisa terwujud, ketika perbedaan disatukan menjadi kekuatan yang nyata, sebagaimana filosofi yang tertanam di Binneka Tunggal Ika.

Masih menurut Rifki, hari ini pemuda sangat rentan dipengaruhi oleh propaganda media sosial, yang aksesnya begitu luas dan bebas. Sehingga, dengan penguatan ideologi kebangsaanlah, yang mampu menangkal hoax tersebut.

Pernyataan Boby dan Rifki tentang Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari; Pancasila, UUD 1945, NKRI, Binneka Tunggal Ika, harus benar - benar dijaga dan jangan sampai dinodai oleh kepentingan sekelompok orang, maupun pihak - pihak yang hanya mencari keuntungan semata, tanpa memikirkan cederanya bangsa oleh perbuatannya itu

Sebab, empat pilar kebangsaan merupakan warisan dasar bangsa Indonesia yang menjadi kesepakatan bersama untuk mengikat keutuhan bangsa dari ancaman kehancuran dan perpecahan.

Bentuk Komitmen PPNI menjaga empat pilar kebangsaan, persatuan dan kesatuan bangsa serta toleransi antar ummat beragama, ternyata tidak hanya berlaku bagi kader PPNI Sumatera Barat saja. Namun hal itu, tetap menjadi kampanye mereka kepada publik/ masyarakat umum.

Usai diskusi publik yang dipimpin oleh Rifki, PPNI melakukan aksi damai dalam bentuk orasi dan pembagian brosur, yang berisikan ajakan dan himbauan, agar masyarakat juga ikut dalam komitmen tersebut. (Rico Adi Utama)