Sejarah Berdirinya AWDI -->

Advertisement

Sejarah Berdirinya AWDI

Thursday, 19 March 2020




AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesiai)
Sejarah awal mula didirikannya AWDI oleh OK. Syahyan (Ketua Umum) bertujuan untuk mewujudkan cita-cita insan Pers di Indonesia yang Demokrasi sesuai dengan keberadaan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, adat isti adat yang berbeda etnis ini bertujuan untuk mejalin persatuan dan kesatuan Pancasila UUD 1945, serta menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan menempatkan diri saebagai sosial control yang independent.


OK. Syahyan, adalah orang yang sangat gigih dalam perjuangan mau meluangkan watunya dan pikirannya walaupun dulunya OK. Syahyan seorang wartawan harian mingguan pahit manisnya dunia ke-Wartawanan sudah tidak asing lagi baginya sehingga beliau sudah terkenal didunia insan Pers .di bumi nusantara ini
Dimasanya, OK. Syahyan menjadi seorang wartawan dan sering berpikir dalam benaknya bagaimana caranya rakyat Indonesia ini ingin bebas berpendapat, dan bagaimana aspirasinya masyarakat tersalurkan, serta diperhatikan oleh pemerintah, ketika itu OK. Syahyan merenung di sebuah Warteg, samping Walikota Jakarta Timur yang sekarang menjadi Masjid Al- Azhar. Dalam benaknya bagaimana caranya aspirasinya tercapai walaupunb hanya dengan bermodalkan dengkul saja namun akhirnya beliau pada waktu itu pulang ke kontrakan berjalan kaki.sambil berfikir.

Pada malam harinya OK. Syahyan sholat Istikhoroh meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa alhasil, beliau mendapatkan ilham bahwasanya AWDI-lah yang tepat untuk dijadikan sebagai panutan masyarakat luas. Kebebasan berpendapat untuk memperoleh informasi hak azasi yang sangat hakiki serta menegakkan keadilan dan kebenaran dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada waktu itulah, dimana zaman belum modern dan belum ada peralatan canggih seperti computer, dengan kenekatan dirinya, beliau mencoba untuk membuat riwayat hidup guna mendapatkan legalitas yang jelas dari Depdagri (Departemen Dalam Negeri) alhamdullilah dengan keyakinannya OK. Syahyan berhasil mendapatkan rekomendasi pada tanggal 17 Maret 2000, dengan dikukuhi oleh para deklarator senior kita yaitu Bpk. Hotma jts, H. Marhabban, Soni Raharjo. Bahkan pada waktu itu, pada zaman reformasi Bpk. Wali kota Jakarta Timur Bpk. Sudarsono memberikan respon yang positif kepada AWDI atas keberadaannya.

Keesokan harinya , OK. Syahyan dilantik oleh anak-anak yatim di aula Walikota Jakarta Timur, hal yang aneh inilah yang jarang sekali dilakukan oleh orang lain. Lambat laun, AWDI sering mengadakan kongres serta mengadakan diklat-diklat insan Pers, sehingga atas kegigihan dan ketekunan ketua umum OK. Syahyan AWDI sudah berada di 27 propinsi di Indonesia.

Ketua umum AWDI merupakan sosok pemimpin yang patut diteladani bagi insan Pers Nusantara, sosok pimpinan yang sering turun ke daerah-daerah ini DPC tersebut pernah mendapatkan bantuan dana dari Bank BTN cabang Harmoni kala itu untuk disantuni kepada anak-anak yatim dan anak sekolah yang kurang mampu, sampai detik ini OK. SYAHYAN ( KETUA UMUM ) mempunyai misi kedepan ingin menciptakan para wartawan lebih professional,bisa menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan
dan selalu menempatkan dirinya sebagai social controlyang independent ,dan memenuhi masyarakat untuk mengetahui serta mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat akurat, dan benar serta menegakkan keadilan .(rls)