Warga Kendaldoyong Geger Ditemukan Seorang Kakek Gantung Diri -->

Advertisement

Warga Kendaldoyong Geger Ditemukan Seorang Kakek Gantung Diri

Sunday, 1 March 2020



Postnewstime | Pemalang.- Minggu (1/3) pagi dini hari sekitar pukul 02:00 WIB warga di perbatasan Klareyan-Kendaldoyong geger.

Pasalnya telah ditemukan orang meninggal dunia gantung diri di pohong mangga yang berada di sebuah rumah kosong di Jl. Raya Petarukan-Kendaldoyong, tepatnya di sebalah selatan kandang ayam Kendaldoyong, Tempat Kejadian Perkara (TKP) masuk wilayah Kendaldoyong.

Korban itu bernama Taryoto (62 th), pekerjaan buruh, alamat Jl.Wirata RT.10/RW.02 , Desa Klareyan, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang.

Menurut informasi yang dihimpun Fahroji, diketahui bahwa pada Minggu (1/3/2020) pagi sekitar pukul 02:00 WIB.

Saksi bernama Afrizal Faiz (15 th) asal Desa Pesantren dan Aldi Maulana (15 th) asal Desa Panjunan sedang melintas di Jl. Raya Klareyan-Kendaldoyong dari arah timur ke barat.

Mereka sedang melintas di TKP dan melihat korban tergantung di pohon mangga. Melihat hal tersebut, mereka langsung melaporkan ke Kantor Balai Desa Klareyan, dan bertemu dengan Nur Sahmudi (42 th) salah satu perangkat Desa Klareyan.

Selanjutnya mereka menuju TKP dan memberitahukan peristiwa itu ke Polisi melalui handphone.

Polsek Petarukan mendapat laporan, langsung menuju TKP dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Klareyan.

Petugas kemudian melakukan olah TKP, dan dalam olah TKP ditemukan seutas tambang plastik sepanjang dua mater yang digunakan untuk gantung diri.

Menurut pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dr. Gunadi petugas dari Puskesmas Klareyan, ditemukan penis korban mengeluarka  sprema, keluar liur dari mulut korban dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Dari hasil pemeriksaan medis tersebut disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat gagal nafas (gantung diri). Selanjutkan korban dibawa ke rumahnya, dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya dengan disaksikan oleh perangkat desa dan warga.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Fahroji , bahwa sebelum korban gantung diri, pada hari dan tanggal yang sama sekira pukul 24.00 wib korban melakukan penganiayaan terhadap istrinya yang bernama Kart binti Mu'in (55 th).



Jurnalis : S.Roto