Pakde Bejo Dan Wartawan Ditengah Wabah Virus Covid-19 -->

Advertisement

Pakde Bejo Dan Wartawan Ditengah Wabah Virus Covid-19

Sabtu, 04 April 2020




Postnewstime l Jakarta.-Terancam tertular oleh virus Corona bagi Pakde Bejo sudah tidak lagi menjadi persoalan utama. Karena persoalan yang lebih penting yang dihadapi Pakde Bejo saat ini adalah bagimana caranya menutupi kebutuhan ekonomi bagi kehidupan dia bersama keluarganya. Pikiran itu yang saat ini ada dalam benak Pakde Bejo!


Pakde Bejo yang dalam aktifitas kesehariannya berjualan Mie Ayam keliling itu. Ia lebih berpikir realistis dalam menyikapi anjuran pemerintah yang mengharuskan seluruh warga masyarakat tetap berada di rumah. Tak dipungkiri memang anjuran pemerintah itu sangat baik. Artinya, dari pemahaman diri Pakde Bejo yang mengaku bahwa pendidikan SD pun dia tidak tamat, upaya pemerintah tersebut dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona agar tidak meluas lagi. Namun dalam realitanya persoalan lain muncul. Terutama imbasnya bagi golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seperti yang dihadapi oleh dirinya saat ini.

Persoalannya bagi Pakde Bejo, bagaimana dia harus terus bertahan dirumah, sementara berjualan Mie Ayam adalah satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi dapur keluarganya?

Pakde Bejo mengakui sebenarnya, ada rasa takut juga dirinya tertular virus Corona, namun tuntutan pada kehidupan ekonominya yang terbilang “Pas-Pasan” tersebut, sepertinya lebih kuat ribuan kali menekannya, dari pada ancaman bahaya tertular virus pandemic Corona!

Dan, akhirnya lelaki paruh baya kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah itupun nekat mendorong Gerobak Mie Ayam untuk berjualan kembali. Itu di lakukan adalah semata-mata untuk mencari peruntungan nasib, lewat satu satunya usaha yang hanya dengan cara itu dia tahu dan bisa dia lakukan! Menurut Pakde Bejo, seandainya ada bantuan sembako yang merata yang diberikan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Ia tentu akan lebih memilih untuk berdiam diri bersama keluarganya di rumah saja.

“Maaf saya bukan tidak mematuhi anjuran pemerintah untuk berdiam di rumah, semua saya lakukan dengan sangat terpaksa demi menghidupi keluarga, walaupun penghasilan yang saya dapat saat ini hanya 5 hingga 15 mangkok setiap harinya. Ya Alhamdulillah saya syukuri rezeki itu,” kata Pakde Bejo saat ditemui wartawan HITVBERITA.COM di tempat mangkalnya yang berada diseputar Jl. Supriyadi Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Pakde Bejo pun lalu menuturkan, biasanya dia bisa melayani 40 hingga 50 mangkok setiap harinya, itu terjadi pada saat hari-hari normal sebelum merebak wabah virus Corona. Namun saat ini penghasilan dari berjualan Mie Ayam menjadi turun drastis.

"Yahh habis mau bagimana lagi, semua harus tetap saya lakukan dan saya lebih takut keluarga tidak makan dari pada ancaman tertular virus Corona, walau pendapatan dari hasil berjualan mie ayam saat ini masih sepi namun tetap saya jalani,” ujar Pakde Bejo.

SETIDAK-TIDAKNYA apa yang dikeluhkan oleh Pakde Bejo, merupakan potret real kehidupan dari masyarakat banyak Indonesia, yang tersebar diberbagai belahan Wilayah NKRI. Dan, sejatinya dalam rangka upaya memerangi penyebaran virus pandemic Corona yang sudah menjadi bencana nasional tersebut, dalam penyelesaiannya tidak bisa bersandar kepada pemerintah semata. Harus ada gerakan Nasional yang perlu segera dilakukan secara massif oleh seluruh komponen bangsa tanpa terkecuali. Saling bahu membahu membantu pemerintah.

Terutama partisipasi dari para pengusaha atau para konglomerat yang jumlahnya bertabur di Republik tercinta ini, untuk berbuat nyata guna menyalurkan sedikit uangnya kepada “Pakde Bejo- Pakde Bejo” lainnya, yang saat ini memang tengah butuh uluran tangan untuk menyelamatkan kebutuhan ekonomi mereka yang terancam.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) DKI Jakarta AYS Prayogie, ia berharap agar pihak swasta dan juga kalangan perorangan yang dinilai memiliki kemampuan berlebih secara ekonomi, bisa melakukan “sesuatu” guna meminimalisir persoalan bangsa yang saat ini perlu penanganan serius agar Indonesia cepat terbebas dari ancaman COVID-19.

“Persolan yang dihadapi oleh Pakde Bejo sang Penjual Mie Ayam, juga terjadi dalam persoalan keseharian yang dihadapi oleh para Wartawan saat melaksanakan pekerjaan dilapangan, dimana mereka juga sangat rentan terpapar virus COVID-19,” ujar Prayogie yang juga saat ini dipercayakan menjabat sebagai Pemimpin Redaksi media online HITVBERITA.COM.

AYS Prayogie menjelaskan lebih jauh bahwa tuntutan terhadap etos kerja wartawan yang selalu dituntut untuk menyampaikan informasi secara akurat dan cepat bagi konsumsi masyarakat luas, adalah memang sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh kalangan jurnalis itu sendiri, sebagai penyampai informasi ter-update.

Namun tidak dipungkiri bahwa tugas jurnalis dalam masa-masa merebaknya wabah virus Corona memang sangat berat, mengingat pekerjaan kesehariannya yang selalu berada di garda terdepan, memang idealnya harus dilengkapi dengan APD (RED- Alat Perlidungan Diri) yang memadai, seperti halnya yang digunakan oleh para tenaga medis dan paramedic dalam menangani dampak penyebaran virus Corona.   

“Para wartawan saat ini sangat membutuhkan APD seperti masker, hand sanitizer dan juga kebutuhan lainnya untuk digunakan dilapangan, yang merupakan sebagai sarana pendukung yang bisa membentengi diri mereka dengan aman, saat melakukan tugas jurnalistik,” ujar Prayogie seraya menghimbau kepada kalangan para pengusaha bisa memberikan donasi terkait kebutuhan APD kepada insan pers tersebut.

Dalam menyikapi wabah virus Corona antara Wartawan dan Pakde Bejo si Penjual Mie Ayam itu sepertinya tidak jauh berbeda. Keduanya memiliki dilemma yang sama. Namun, jika saja boleh memilih, sepertinya mereka berdua lebih senang berada didalam rumah bercengkrama dengan keluarga, ketimbang harus berada diluar rumah yang jelas-jelas kondisnya sangat rentan terpapar dari penyebaran virus Corona.

Namunpun itu, adanya tuntutan lain menyebabkan timbulnya pilihan-pilihan yang sulit yang tidak bisa ditawar. Persoalan yang terjadi pada kehidupan Pakde Bejo si Penjual Mie Ayam dan juga realiita yang dihadapi Wartawan saat melaksanakan tugas Jurnalistiknya dilapangan. Ibarat ungkapan kelimat “Seperti Buah Simalakama". Yakni, tak dimakan Ibu Mati, dimakanpun Bapak Tewas!  

“Kita berserah diri aja Pakde Bejo sama yang diatas, semoga wabah virus yang melanda kehidupan bangsa kita ini segera berakhir,” celoteh Ferry Shang seorang awak media HITVBERITA.COM yang kebetulan saat itu tengah menikmati nikmatnya Mie Ayam Pangsit Pakde Bejo, di lokasi mangkalnya, yang terletak diseputar Jl. Supriyadi, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. 

Terkait dengan persoalan yang dihadapi wartawan saat melakukan tugas jurnalistik dilapangan, yang memang saat ini sangat membutuhkan Alat Perlindungan Diri (APD) yang memadai dan dapat menangkal dari penyebaran virus Corona.

Maka dalam waktu dekat ini, Ketua DPW MOI Provinsi DKI Jakarta, AYS Prayogie tengah melakukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan kalangan perusahaan-perusahaan yang berada di Wilayah DKI Jakarta, agar para perusahaan tersebut bisa memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan kebutuhan APD berupa Masker dan Hand Sanitizer serta alat perlindungan diri lainnya yang bisa digunakan oleh Wartawan secara aman pada saat mereka tengah melakukan tugas peliputan. Dan, beberapa perusahaan yang telah dihubungi, menurut Prayogie sangat merespon dan siap membantu untuk melakukan upaya bersama dalam rangka memutus penyebaran virus Corona yang saat ini statusnya telah menjadi bencana Nasional.  (Rls )