BNN Musnahkan Narkotika dari Delapan Kasus Berbeda -->

Advertisement

BNN Musnahkan Narkotika dari Delapan Kasus Berbeda

Saturday, 4 July 2020






Postnewstime l Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, menggelar pemusnahan barang bukti berbagai jenis narkotika diantaranya seperti Shabu, Ekstasi, Tembakau Gorila serta Dimetiltriptamina dengan cara dibakar menggunakan alat pemusnah milik BNN.

Kegiatan pemusnahan yang keempat kalinya dilakukan oleh BNN pada tahun 2020 tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala BNN, Heru Winarko serta dihadiri oleh Mentri sosial, Juliani P. Batubara, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat di lapangan belakang kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Jum'at (3/7/20).


Kepala BNN RI, Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, jumlah dan jenis barang bukti narkotika yang dimusnahkan pihaknya kali ini berupa narkotika golongan 1 yakni, Shabu seberat kurang lebih 86.623 (delapan puluh enam ribu enam ratus dua puluh tiga) gram.

"Ekstasi sebanyak kurang lebih 80.430 (delapan puluh ribu sembilan ratus tiga puluh) butir. Tembakau gorila seberat kurang lebih 211 (dua ratus sebelas) gram. Dimetiltriptamina seberat kurang lebih 1.538 (seribu lima ratus tiga puluh delapan) gram," terang pria yang akrab disapa HW tersebut.

Menurut Jendral Polisi dengan bintang tiga dipundaknya itu, seluruh barang bukti yang dimusnahkan pihaknya itu diperoleh dari delapan kasus berbeda diantaranya, pada (4/2/2020)  petugas BNN mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 55 gram di kantor Gedung Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat.


"Tidak ada tersangka dalam kasus ini," beber alumnus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1985 yang pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK tersebut, didampingi Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari.

Selain itu, mantan Kapolda Lampung itu juga mengungkapkan, pada tanggal 8 April 2020, pihaknya mengamankan tembakau Gorila seberat kurang lebih 105 gram di Regulated Agent Tiki, Jalan Marsekal Surya Darma, Tangerang serta tidak ada tersangka yang diamankan dalam kasus tersebut.

"Pada tanggal 10 April 2020 petugas mengamankan tersangka berinisial BS dengan barang bukti sabu  kurang lebih 11,71 (sebelas koma tujuh puluh satu) gram dan ekstasi sebanyak kurang lebih 59 butir,  di depan Tower Dahlia, Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading,  Jakarta Utara," terang HW.

Selanjutnya, kata mantan Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam Republik Indonesia tersebut, pada tanggal 25 April 2020 di Regulated Agent Tiki, Kota Tangerang, Banten, petugas telah mengamankan barang bukti narkotika jenis tembakau gorila seberat kurang lebkh 110 gram serta tidak ada tersangka.

Pada tanggal 29 April 2020, sambung mantan Wadir III (Tipikor Bareskrim Polri) itu, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C, Kantor Pos Pasar Baru  petugas telah mengamankan barang bukti narkotika jenis dimetiltriptamina seberat kurang lebih 1.543 gram dengan tidak ada tersangka.

"Pada tanggal 28 Mei 2020, petugas telah mengungkap barang bukti Shabu seberat kurang lebih 66.165  gram dengan tersangka berinisial B di Jalan Industri Raya Cikarang," urai HW, dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh para pejabat BNN dan eselon 2 Kemensos, Ditnarkoba Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung.

Lebih jauh, mantan Kepala Biro Umum Kemenko Polhukam itu menjelaskan, pada tanggal 28 Mei 2020 petugas telah mengamankan tersangka inisial M dan MK, berikut Ekstasi sebanyak kurang lebih 80.960 butir di toko beras yang berlokasi di jalan Industri Raya Cikarang, depan rumah sakit Mitra Keluarga, Jawa Barat.

"Sedangkan pada tanggal 13 juni 2020, petugas menangkap inisial AAS dan MR di parkiran Hotel Armarosa  di daerah Bagan Siapi Api Rokan Hilir dengan barang bukti sabu seberat kurang lebih 20.600 gram," tandas HW, disaksikan sejumlah tokoh masyarakat dan LSM Anti Narkoba yang juga turut hadir dalam kegiatan pemusnahan narkotika tersebut.



*Pertanggung Jawaban BNN Terhadap Publik*

Sementara itu, Kabag Publikasi dan Media Sosial Biro Humas dan Protokol BNN RI, Kombes Pol Hanny Andhika menambahkan, kegiatan ini (pemusnahan) merupakan wujud transparansi dan pertanggungjawaban BNN kepada publik dan sesuai dengan amanat pasal 91 ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5) dan pasal 92 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Yaitu barang sitaan narkotika dan prekursor narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan," pungkas lulusan Akpol tahun 1995 dan pernah dua kali menjabat sebagai Kapolres di Sulawesi Barat serta pernah mengikuti Misi perdamaian PBB Minustah sebagai Police Adviser PBB tersebut, kepada Postnewstime.

Jurnalis :By/Red