DPC Partai PDI Perjuangan Kota Surabaya, Gelar tabur bunga dimakam pahlawan -->

Advertisement

DPC Partai PDI Perjuangan Kota Surabaya, Gelar tabur bunga dimakam pahlawan

Sunday, 16 August 2020




Postnewstime l Surabaya.-Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75 Tahun 2020, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mengadakan kegiatan tabur bunga ke makam para pahlawan di Jl. Kusuma Bangsa, makam WR. Supratman dan makam almarhum Pak Cip di Keputih.


Acara yang berlangsung di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19), Minggu (16/08/2020) pagi itu, juga turut dihadiri oleh seluruh anggota dari Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS) Perjuangan yang dimotori Yanto Banteng bersama Hasan Yanto.

Hadir pula di titik kumpul sekretariat DPC PDI Perjuangan Jl. Setail Surabaya, jajaran pengurus dan kader Partai dengan mengusung tema "Indonesia Maju".

Sebelum menuju lokasi, panitia penyelenggara dari DPC PDI Perjuangan lebih dulu memberikan arahan kepada peserta agar selama kegiatan tabur bunga tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah.


Tabur bunga dikandung maksudkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah meraih kemerdekaan Bangsa Indonesia dengan ikhlas mengorbankan jiwa dan raga, serta meneladani sikap maupun mental para pejuang dalam mencintai tanah air.

"Mari kita semua mengheningkan cipta dan berdo'a untuk para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ucap H. Budi Leksono memimpin upacara di makam pahlawan Jl. Kusuma Bangsa Surabaya.

Sementara itu, Yanto Banteng selaku Ketua KBRS Perjuangan yang turut mengikuti prosesi tabur bunga sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Ia mengatakan, bahwa di hari kemerdekaan merupakan momentum untuk mengingat jasa para pahlawan bangsa yang rela berjuang demi tanah air tercinta.

"Dengan begitu, semangat juang 45 kami merasa terbakar kembali, yang senantiasa menjaga Pancasila, mengawal Bhinneka Tunggal Ika, bekerja keras demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia," ujar Yanto Banteng.

"Mari kita belajar dari watak maupun karakter para pejuang yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi," tutup Ketua KBRS Perjuangan. ( syam/red)