Bansos Di terima Warga Benda Tidak Merata, Ini Penjelasan Kadis Dinsos Kota Tangerang -->

Advertisement

Bansos Di terima Warga Benda Tidak Merata, Ini Penjelasan Kadis Dinsos Kota Tangerang

Monday, 28 September 2020





Postnewstime l Tangerang Kota.-Pembagian bansos bantuan pangan non tunai (BPNT) yang tidak merata, sempat menjadi perbincangan di beberapa wilayah kecamatan benda kota Tangerang oleh warga penerima manfaat. Persoalan nya, di sebabkan "tidak merata." 


Seperti hal nya, saat Nusantara di landa pandemi Covid-19  pemerintah pusat lewat Kemensos dan perintah daerah, tidak henti henti memberikan bantuan ke masyarakat luas, untuk menopang perekonomian yang sebagian masyarakat berdampak ekonomi khususnya di kota Tangerang.

Persoalan warga pun sempat ramai di perbincangkan bukan disebabkan tidak menerima bantuan, tetapi karena jumlah nya tidak merata. Menurut keterangan warga jumlah yang seharusnya di terima 500 ribu, ada yang berkurang namun juga ada yang lebih bahkan dua kali lipat dari yang ditetapkan.

Seperti yang di utarakan warga kampung  rawa bamban rt04/07 juru mudi baru ini, (insial -J) dirinya mengatakan kalau bantuan yang di kucurkan di lingkungannya tidak merata. "Iya pak bansos covid-19 ditempat saya tidak merata,  tidak sesuai harapan warga  karena bervariasi," ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh TKSK, di wilayah tersebut, "Pak i,i." Dirinya tidak menampik kalau keluhan warga tersebut tidak benar, bahkan pihak nya telah menyampaikan, akan menanyakan itu  Ke Dinas sosial kota tangerang karena tidak sesuai saldo yang di tetapkan saat di lakukan penarikan ke ATM. "Ada sebesar 300 ribu dan 350 ribu, dan ada juga yang pas dan ada yang lebih,". terang TKSK nya.


Hal itu dibenarkan oleh kepala Dinas sosial kota Tangerang. Terkait penyaluran bantuan yang tidak merata di sebabkan sistem dari kementrian nya sedang mengalami masalah. Dan pihak nya sudah melaporkan ke Kemensos.

"Iya itu masalah bansos di wilayah kecamatan Benda ada kesalahan dalam sistem Kemensos. Jadi jumlah yang ber fariasi di terima warga, itu bukan kesalahan panitia di wilayah, seperti TKSK dan PSM nya," ujar Suli.

"Jadi data dari kementrian nya yang ada masalah, Lanjut Suli. "Ia begitu kasusnya. Kita berharap masyarakat jangan berasumsi tidak baik kepada panitia dilapangan, karena panitia di wilayah sudah melaporkan ke kita persoalan warga terkait tidak merata nya bantuan yang diterima," kata Kadis Dinsos "Suli Rosadi" saat di konfirmasi lewat telepon oleh awak media.(28/09/2020)

 Kedepan nya warga berharap pemerintah kota Tangerang agar memberikan informasi yang baik agar tidak menjadi kontra produktif di masyarakat, selain itu masyarakat juga berharap agar pemerintah mengawasi penyaluran nya agar tidak terjadi penyalah gunaan nantinya, di kota Tangerang. (tim)