Kreativitas anak muda Indonesia mati suri...? -->

Advertisement

Kreativitas anak muda Indonesia mati suri...?

Saturday, 26 September 2020




Postnewstime l Mati suri, kata yang membuat manusia terkadang menjadi posisi yang mengerikan dalam sendi kehidupan. Begitupun juga dengan kreativitas, seakan daya berfikir manusia mati tanpa mampu lagi berbuat apa-apa. Sejatinya manusia akan berhenti berfikir setelah dicabut nyawanya oleh Allah. Stigma tersebut yang berkembang dijagad dunia kreatif Indonesia saat ini. Sebuah stigma gunung es, yang sesegera mungkin harus dipecahkan agar membawa hal-hal positif untuk pekerja seni Indonesia pada umumnya.
Mendapati tantangan tersebut, dijawablah  oleh komikus Indonesia Nandito Allsena dan Purwanto Budisantoso


Mereka melihat sudah saatnya dunia komik Indonesia dibangkitkan kembali. Berbekal niat ini, mereka berdaya upaya agar terwujud semua keinginan itu, hingga lahirlah karya Cindaku Karang vs Leak Man yang mengambil hikayat atau cerita dari daerah Jambi dan Bali.

Komik ini mengambil alur cerita dari kehidupan seseorang yang mengabdi pada negaranya menjadi penjaga hutan, bertugas dihutan Jumpbee. Polisi Hutan Jumpbee bernama Joe Syah, menjaga hutan agar para pemburu liar dan perusak hutan di daerah gunung Kerinci Jambi tidak semakin merajalela.

Singkat cerita ia bertemu arwah Cindaku Karang penjaga hutan tersebut dan Joe Syah diberikan kekuatan Cindaku Karang agar bisa lebih kuat lagi membasmi penjahat-penjahat disana. Joe Syah dapat berubah menjadi manusia harimau berkat kekuatan yang diberikan oleh Cindaku Karang untuk menjaga hutan Jumpbee dan ketentraman penduduk Gunung Kerinci dari para pemburu liar dan perusak hutan.


Ini adalah sekelumit cerita dari komik karya Nandito Allsena dan Purwanto Budisantoso, yang mengambil hikayat ataupun legenda dari sebagai sebuah bangsa yang besar akan sejarah dan cerita-cerita rakyatnya. Mereka menyadari bahwa banyak sekali yang dapat digali dari sejarah-sejarah maupun cerita rakyat dan dapat diangkat. 


Bahkan menjadi inspirasi bagi kaum muda Indonesia, hingga tidak tertutup kemungkinan menjadi inspirasi kaum muda negara dan bangsa lain di dunia. Namun hal tersebut dapat terlaksana apabila disertai adanya dukungan serta peran serta aktif dari pemerintah untuk mengembangkan industri kreatif di Indonesia dan seyogyanya mendapatkan support penuh dari karya anak bangsa ditengah persaingan yang semakin global.
Demikianlah gerak denyut nadi industri kreatif Indonesia pada umumnya yang tidak pernah surut akan ide-ide cerita maupun tokoh -tokoh super hero di Indonesia yang dapat menjadi panutan bagi generasi penerus bangsa yang besar ini. 

_“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang, ir. Soekarno”_


-ArMa-