KWT, Perkuat dan Penggerak Ketahanan Pangan Saat Pandemi -->

Advertisement

KWT, Perkuat dan Penggerak Ketahanan Pangan Saat Pandemi

Monday, 21 September 2020



PostNewsTime-Tangerang.Program Ketahanan Pangan yang terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Tangerang di tengah pandemi Covid 19 saat ini, disambut positif dan ditindaklanjuti oleh aksi berkebun dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah oleh masyarakat Kota Tangerang.


Salah satunya, warga di Kelurahan Babakan yang tergabung di Kelompok Wanita Tani (KWT), Kota Tangerang. Mereka sukses mengolah lahan 15x24 meter, dengan melakukan budidaya beragam sayuran. Mulai dari organik hingga hidroponik.


"Kami bangun KWT ini sejak 2013, alhamdulillah hingga saat ini lahan KWT ini sangat dimanfaatkan masyarakat sekitar. Terlebih bagi mereka yang terdampak dan terpapar Covid 19," ungkap Ketua KWT Mawar Berseri Lilik Utami, Jumat (18/9/20).


Ia pun menuturkan, hasil panen tak hanya diperjual belikan. Seperti jahe yang sukses diolah ibu-ibu menjadi minuman kemasan cepat saji.


Tak sampai disitu, hasil panen KWT Mawar Berseri pun turut dibagikan secara rutin ke rumah-rumah masyarakat sekitar yang terdampak secara ekonomi maupun yang tengah melakukan isolasi mandiri akibat Covid 19.


"Kami rutin setiap minggunya mengirim kepada mereka yang terdampak, yang kena PHK dan sebagainya. Kami juga rutin kirim ke rumah-rumah yang dinyatakan positif, yang sedang isolasi, sulit keluar rumah. Insyaallah kami bantu suplai sayuran sehat," jelas Lilik.


Sementara itu, Camat Tangerang, Achmad Zuldin, mengatakan, program ketahanan pangan saat ini memang sedang digencarkan. Terlebih, kondisi pandemi saat ini yang difokuskan untuk kepedulian dan berbagi.


"Ribuan bibit terus disuplai mulai dari kecamatan dan DKP. Selanjutnya, bisa dibagikan ke masyarakat sekitar untuk dilanjutkan proses penanamannya dan dinikmati manfaatnya. Tak terkecuali mereka yang sedang isolasi mandiri," ungkapnya.


Dengan program ini, masyarakat penerima manfaat pun meresponnya dengan antusias. "Berguna banget, kalo begini jadinya bisa ngurangin biaya belanja harian untuk di rumah," kata Supiah, salah seorang terdampak Covid 19.


Usman/Haryo/Hms