Arist Merdeka Sirait :HKBP MILIK TUHAN (159 Tahun HKBP Harus Menjadi Berkat Bagi Dunia) -->

Advertisement

Arist Merdeka Sirait :HKBP MILIK TUHAN (159 Tahun HKBP Harus Menjadi Berkat Bagi Dunia)

Wednesday, 7 October 2020




Postnewstime l Jakarta.- 07/10/20 : Jauh sebelum lahirnya NKRI, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah ikut terlibat dan berperan sesuai dengan fungsinya dalam gerakan kemerdekaan melawan penjajah maupun pembangunan negara dan bangsa baik dibidang politik, hukum, sosial, keagamaan hukum dan Hak Asasi Manisia.

Ephorus Dr. Lodewijk Nommensenlah inspirasinya di tanah Batak sebagai misionarisnya. Sehingga dengan karyanya, Nommensen dijuluki sebagai rasul orang Batak.

Seratus LimA Puluh sembilan tahun bukan waktu yang pendek bagi HKBP untuk menyebarkan kasih kepada umatnya,  HKBP lahir di Tanah Batak dan di seantero dunia penuh pergumulan dan tantangan namun terus mepertahankan kebersamaan untuk menjalan visi dan missinya.

Kehadiran HKBP ditengah masa sulit sekali pun,  HKBP mampu keluar dari permasalahannya. HKBP dengan kesederhaan  pimpinannya pada mulanya terus dan mampu mempertahan  kemandiriannya dari intervensi di luar HKBP. Operasional untuk menjalankan suara kenabiannya terus ditopang secara organisatoris oleh dukungan financial yang dikumpulkan dari  jemaat HKBP yang berinduk dengan HKBP di Kantor Pusat Pearaja Tarutung sehingga  HKBP didalam menjalankan missinya memberi berkat bagi dunia .

Tidak terhitung upaya-upaya yang dilakukan HKBP ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang plural. Pembangunan rumah ibadah yang mandiri, pembangunan sekolah dan rumah sakit, bantuan sosial,  penyediaan rumah aman bagi anak Yatim Piatu serta rumah pemulihan dan reintegrasi sosial bagi Anak.

Namun secara internal beberapa tahun belakangan  ini harus diakui, timbul permasalah yang mengancam  keutuhan bahkan mengarah pada perpecahan di tubuh HKBP. Kasus di Cibinong dan Rawamangun misalnya.  Keadaan ini tidak terlepas dari tergerusnya khariswa dan kepemimpinan HKBP selama ini.

Banyak para pelayan jemaat gagal paham terhadap tugas dan fungsinya sebagai pemimpin  dan pelayan jemaat. Keadaan ini dipengaruhi oleh kekuasaan dan uang..Ironis memang.

Ada kejadian jemaat melarang pemimpin jemaat untuk menyampaikan khotba di atas mimbar lalu  merobek jubahnya, serta banyak kejadian yang memalukan lainnya.

Memasuki Sinode 65 HKBP (memilih dan menetapkan Ephorus dan Sekretaris Jenderal dan 3 kolegialnya masing-masing Kepala Departemen, Koinonia, Marturia dan Diakonia -red)  yang seyogianya di helat secara akbar dengan melibatkan ribuan pendeta dan utusan Jemaat  dari berbagai daerah di pertengahan bulan Oktober 2020 ini. Namun karena Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid 19 maka perhelatan Sinode atau Sidang Raya HKBP ke 65  di undur menjadi tanggal 09 -19 Desember 2020 bersamaan dengan Pilkada Serentak.
 
Mengingat  HKBP adalah milik Tuhan, dan HKBP dibutuhkan untuk menyuarakan suara kenabianNya untuk membebaskan orang-orang tertindas, korban ketidakadilan, membebas anak dan perempuan dari kekerasan, membebaskan orang dari segala bentuk kekerasa, penganiayaan, penyiksaan, penelantaran, perbudakan seksual,  penanamam paham radikalisme, intoletansi dan ujaran kebencian oleh karenaya jadilah HKBP Menjadi Berkat bagi Dunia.

Harapan Jemaat di seluruh dunia, dalam perhelatan ke- 65 HKBP yang akan digelar  Desember 2020 ini, dibutuhkan pemimpin HKBP  yang visioner untuk menjalankan tahun pembebasan bagi jemaatnya dan menjadikan HKBP  sungguh-sungguh menjadi saluran berkat bagi dunia.

Dan menjadikan HKBP sebagai institusi keagamaan yang patut dipertimbangkan oleh pemerintah dan  negara setara dengan peran Nadatul Ulamah (NU),  Muhammad yah dan organisisasia keagamaan lainnya.

Siapakah diantara 2 orang kandidat yakni RBB dan MS yang pantas memimpin HKBP lima tahun ke depan,  adalah pemimpin yang rendah hati dan mau melayani umatnya dan tidak berorientasi pada KKEKUADAAN  dan UANG serta pemimpin HKBP yang mempunyai pengalaman terhadap masalah sosial serta permasalahan-permasalan sosial baru dunia seperti masyarakat korban HIV dan AIDs, Korban Perdagangan Manusia (traficking) untuk tujuan seksual komersial dan eksploitasi ekonomi serta pelanggaran HAM, RBB atau MS kah?.. demikian disampaikan  disampaikan Arist Merdeka Sirait melalui siaran pers kepada sejumlah media di kantornya di bilangan Jakarta Timur dalam memperingati 159 HKBP yang jatuh hari ini 07 Oktober 2020.

Lebih jauh Arist menegaskan dalam keterangan persnya, sudah tibalah saatnya bila HKBP ingin sungguh'-sungguh menjadi berkat bagi dunia, di perhelatan Sidang Raya  ke 65 HKBP 2029 siapapun pemimpin HKBP dimasa datang memutuskan dalam program lima tahun ke depan membentuk TinkTank HKBP,  Komisi atau organisasi Perempuan HKBP setara dengan Organisasi Perempuan NU (Patayat)  dan AISYA di Muhammadya yang selalu dipertimbangkan oleh pemerintah dan negara dalam setiap penngambilan keputusan sosial, politik, Hukum dan HAM,  serta membetuk Komisi Anak HKBP setara keberadaan sebagai Forum Anak HKBP yang selalu dilibatkan dalam kebijakan-kebijakan  politik Hal Anak. Tidak cukup hanya ditempatkan sebagai kategorial semata ditubuh HKBP. Selamat menjelang perhehatan Sinode Godang (Sidang Raya) HKBP ke 65.(Rls/Red)