Analisa: Kami Dari GAAS DKI Peduli Pekerja Mandiri -->

Advertisement

Analisa: Kami Dari GAAS DKI Peduli Pekerja Mandiri

Sabtu, 14 November 2020


Postnewstime l Jakarta.-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Advokat dan Aktivis (DPD GAAS) wilayah DKI Jakarta melakukan aksi Peduli Kasih pada para pekerja mandiri. Hal itu dilakukan oleh Ketua GAAS DPD DKI Jakarta Analisa SE dengan membagikan ransum sehat kepada para pekerja sektor informal.

"Ransum sehat kami bagikan di sekitar bilangan Roxy dan sekitar tempat  berusaha. Meski tidak banyak, hanya 200 paket, namun aktivitas ini sebagai bentuk kepedulian kami dengan para pekerja mandiri," Tutur Analisa biasa dipanggil Lisa.

Menurut Lisa ia salut dengan para pekerja mandiri semisal ojek online (Ojol). Dirinya tahu, bagaimana potongan 20 % dirasakan berat oleh pengemudi.

" Sebagai pengurus Gerakan Advokat dan Aktivis di DPD DKI Jakarta kami terketuk untuk menyisihkan sedikit rezeki yang kami peroleh kepada saudara-saudara kami pejuang keluarga, terutama yang berasal dari kelompok kerja ojol," tambah Lisa.

Lisa menaksir omzet salah satu aplikator ojol yang mempunyai 2.000.000 anggota seluruh Indonesia bisa meraup omzet dengan mudah dari keringat para ojol minimalis Rp. 20.000.000.000.  Angka sebanyak itu didapat dari asumsi potongan tarif penumpang yang menikmati jaga ojol per hari sekitar Rp. 10.000.

"Andai total rata-rata penghasilan para pengemudi ojol Rp. 100.000, maka Aplikator menikmati Rp. 20.000  dari 20% jatah hak yang diambil aplikator langsung. Kirim paket via ojol Rp. 55.000, maka yang diperoleh si pengemudi kaya Rp. 44.000. Itu karena  _dompet pulsa_  si pengemudi berkurang Rp. 11.000 dan harus diisi bila tidak ada saldo atau tidak mencukupi agar tetap ingin mendapat order." Lanjut Lisa.

Perhatian Lisa diamati pula Sekjen GAAS Suta Widhya SH. Dirinya usul agar Aplikator _berbagi kasih_ dengan mengeluakan Rp. 1 miliar per hari untuk membangun minimarket ojol. Semua pengemudi ojol wajib membelajakan uang nya ke minimarket ojol milik mereka sendiri.

"Siapa yang paling banyak belanja akan menerima deviden besar setiap akhir tahun. Ini lebih bijak dibanding minta pengurangan potongan pada aplikator. Bukankah 1 miliar tidak berat dari omzet Rp. 20 miliar per hari bila dikeluarkan oleh keringat para pengemudi ojol seluruh Indonesia? Tutup Suta.

Jurnalis :Usman /Sutta