Kecewa..!! Majelis Hakim Menolak Gugatan, 585 Karyawan Ajukan Kasasi Ke Mahkamah Agung -->

Advertisement

Kecewa..!! Majelis Hakim Menolak Gugatan, 585 Karyawan Ajukan Kasasi Ke Mahkamah Agung

Rabu, 04 November 2020


Postnewstime l Banten.-Sidang perkara gugatan 585 karyawan outsourching Ground Handling Bandara Soekarno-Hatta di gelar di Pengadilan Negeri Serang, Banten Rabu (4/10/2020) dengan agenda sidang pembacaan putusan majelis hakim.

Dalam sidang yang dihadiri oleh masing-masing Kuasa Hukum dari Pihak Penggugat maupun Pihak Tergugat dan terbuka untuk umum serta diliput langsung oleh beberapa media online dan salah satu stasiun TV Nasional.

Majelis Hakim dalam pembacaan putusan perkara ini memutuskan, Tidak Menerima atau Menolak" gugatan para karyawan ground handling kapada tergugat 1 dan 2 yaitu P.T. Garuda Daya Perkasa Sejahtera (PT. GPDS) dan PT. Gapura Angkasa (PT.GA).
Seusai pembacaan putusan sidang, Kuasa Hukum Tergugat 2 Henry kepada media mengatakan, putusan majelis hakim yang tidak menerima gugatan para penggugat sudah tepat. karena menurut pandangan kami gugatan tersebut bersifat Absurable atau jelas atau kabur.

"Para penggugat tersebut meminta menjadi karyawan tetap pada tergugat 1, disisi lain meminta pula menjadi karyawan pegawai tetap PT kepada tegugat 2 yaitu  kami, jadi menurut pandangan kami gugatan ini sangat tidak jelas mau kemana," kata hendry..!

Lanjut Henry, selain itu para penggugat ini sebagian ada yang sudah tidak memiliki hubungan hukum, jadi bagaimana mungkin akan meminta menjadi karyawan pegawai tetap jika tigak memiliki hubungan hukum apa yang mau di tentukan.Status 585 ada sebagian masih bekerja namun bahkan ada yang sudah mencabut kuasa, jadi ini semakin tidak jelas," jelasnya.

Pada kesempatan terpisah Kuasa Hukum Penggugat, Tubagus Ikbal merasa sangat kecewa dengan putusan majelis hakim yang menolak gugatan 585 karyawan tersebut dan menyatakan kepada media akan mengusahakan memempuh jalur hukum di tingkat Kasasi.

"Kita sudah dengar sendiri hasil keputusan hakim tadi dimana tidak dapat menerima atau menolak gugatan kita karena nenganggap gugatan yang kita sampaikan bersifat Absurable atau kabur, padahal kita sudah sampaikan terdahulu berkali-kali kepada media dan pengadilan bahwa gugatan kita berdasarkan aturan hukum pasal 66 undang-undang No. 13 th. 2003 yang disitu jelas bunyinya.

"Apabila pekerjaan inti dialihkan  kepada pihak ketiga seperti outsourching, atau yayasan penyedia jasa tenaga kerja maka secara otomatis beralih menjadi karyawan tetap pihak pemberi kerja yang dalam hal ini adalah PT. Gapura Angkasa.

"Saya selaku kuasa hukum mewakili para pengggugat sama sekali terkejut dan sangat tidak menduga dan amat sangat kecewa dengan hasil putusan dari majelis hakim dan kami selaku kuasa hukum mewakili para penggugat akan membawa perkara  ini pada upaya hukum pada tingkat kasasi ke Mahkamah Agung yang mana mudah-mudahan dalam upaya kasasi ini majelis hakim akan memberikan kita putusan yang seadil-adilnya," ucapnya.

Tubagus juga mengatakan, apabila nanti pada upaya Kasasi kita mendapat putusan yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan dan bila kita temukan ada oknum yang bermain dalam tanda "petik" bila ada kesepakatan-kesepakatan yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kami selaku kuasa hukum penggugat mewakili para penggugat akan membawa atau laporkan kepada badan pengawas mahkamah agung.

"Tolong ini jangan di edit" pihak media kalau nanti kita temukan ada sesuatu yang baik di pengadialan terjadi pada perkara No.79 ini kita akan laporkan kepada badan pengawas dan pihak yang berwenang," tegasnya. 

Dari hasil putusan majelis hakim dalam sidang ini pihak kuasa hukum penggugat  menyimpulkan bahwa majelis hakim sudah sangat keliru dalam mengambil keputusan, karena bukan berdasarkan pada aturan hukum dan undang-undang melainkan berdasarkan pendapat semata dan pihak kuasa hukum tergugat merasa yakin masih banyak para penegak hukum yang menggunakan dasar-dasar hukum dan hati nurani dalam memutuskan.

"Bukan berdasarkan pengaruh lain atau intervensi lain di luar hukum dan meminta pihak media agar bisa mengawal perkara ini sampai ke Mahkamah Agung agar tidak terjadi hal hal yang tidak dinginkan," pungkasnya.(Tim)